Indonesia Political Survey (Indopol) merilis survei terkait kepercayaan publik terhadap Polri. Tercatat bahwa angka kepercayaan Polri meningkat menjadi sebesar 69,35% karena adanya program quick wins.
Survei dilakukan dalam kurun waktu 14-23 Desember 2022 dengan total responden sebanyak 1.240 yang tersebar di 34 provinsi. Pengambilan sampel dilakukan secara multistage random sampling. Survei dilakukan dengan wawancara secara langsung atau tatap muka. Margin of error dalam survei ini sebesar +- 2,85% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto mengatakan angka kepercayaan ini meningkat dibandingkan pada bulan November 2022 yakni sebesar 60,98%. Program Quick Wins sendiri memiliki lima kegiatan yang menurut publik sangat bermanfaat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adanya intervensi kebijakan Polri, salah satunya melalui Program Quick Wins dimana dalam kurun waktu 2 bulan terakhir ini, program ini terbukti efektif meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian," kata Ratno dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/1/2023).
Lima kegiatan itu di antaranya meningkatnya kepuasan terhadap pelayanan publik Polri, berkurangnya praktik pungli dalam pelayanan Polri, meningkatnya respon cepat aduan melalui akun resmi Polri sebelum kasus menjadi viral, meningkatkan kegiatan sambang oleh Bhabinkamtibmas dan diberlakukannya tilang elektronik, dan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) untuk menggantikan tilang manual.
Selanjutnya, Ratno juga mengungkap bahwa kenaikan kepercayaan Polri juga disebabkan optimisme publik terhadap Polri untuk menyelesaikan kasus-kasus hukum yang terjadi akhir-akhir ini. Terutama kasus yang melibatkan petinggi Polri sendiri, seperti Ferdy Sambo dan Irjen Teddy Minahasa.
"Dari beberapa faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa Polri sudah melakukan usaha perbaikan baik internal maupun eksternal dalam rangka mengembalikan kepercayaan publik setelah enam bulan terakhir ditimpa beberapa kasus yang merontokan kepercayaan publik terhadap kepolisian seperti kasus pembunuhan Brigadir Josua, tragedi Kanjuruan dan terlibatnya oknum mantan Kapolda dalam kasus narkoba," katanya.
Simak juga 'Survei Charta Politika: Kepercayaan Publik Terhadap Polri Mulai Naik':