PLTN Berisiko Dibangun di Jawa
Jumat, 04 Agu 2006 10:26 WIB
Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berisiko dibangun di Pulau Jawa. PLTN terlalu berbahaya didirikan di pulau terpadat di Indonesia ini karena berada dekat dengan pemukiman penduduk."Kalau didirikan di Jawa, sebaiknya jangan. Terlalu berisiko didirikan di tengah pemukiman penduduk," ungkap Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi Institut Teknologi Bandung, Robert Manurung, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (4/8/2006) pukul 10.00 WIB. Robert mengusulkan PLTN sebaiknya didirikan di laut lepas atau di pulau-pulau kecil yang banyak terdapat di Indonesia. Dengan begitu, dampak kalau terjadi kesalahan dapat diperkecil."Kita ada banyak pulau-pulau kecil untuk bisa dijadikan reaktor nuklir. Jadi kalau terjadi kesalahan, risiko bisa diminimalisir," terang Robert yang sedang gencar mengembangkan minyak jarak sebagai energi alternatif ini.Sebelumnya, Kepala Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) Soediartomo Soentono di sela-sela seminar tentang Keselamatan Penggunaan Nuklir di kantor Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengungkapkan tahun 2010 PLTN harus segera dibangun. "Tahun 2016 harus sudah mulai beroperasi, berarti tahun 2010 harus sudah mulai dibangun, karena butuh waktu 5 tahun untuk membangun PLTN. Pada 2008 sudah mulai ditenderkan," cetus Soediartomo di kantor Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Jl Gajah Mada 8, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2006).
(aba/)











































