Seorang Wanita Dihipnotis, Rp 5 juta dan Emas Raib
Kamis, 03 Agu 2006 19:13 WIB
Jakarta - Unjuk kemampuan hipnotis di televisi memang menjadi tontonan yang menarik. Namun kemampuan hipnotis yang disalahgunakan bisa berujung kerugian bagi orang lain.Misalnya saja yang dilakukan pria bernama M Sutan Ibrahim terhadap Maria Wikantari (36). Ibrahim yang berlogat Melayu ini tiba-tiba menghampiri Maria yang tengah berjalan di eskalator di Plaza Semanggi (PS), Jakarta, Selasa 1 Agustus 2006, sekitar pukul 16.00 WIB."Dia pura-pura menanyakan tempat barang antik kepada saya," ujar Maria usai melaporkan kejadian yang menimpanya di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/8/2006).Maria lalu menerangkan kalau toko penjual barang antik berada di lantai 4. Namun Ibrahim tidak langsung meninggalkan Maria dan terus mengajaknya berbicara.Kemudian Ibrahim mengaku kalau dia ditipu seorang sopir taksi sehingga harus berkeliling Jakarta dan mengeluarkan uang Rp 500 ribu. "Dari situlah saya merasa kasihan," ucap Maria.Tak lama kemudian datang 2 orang menghampiri Maria dan Ibrahim. Keduanya mengaku bernama Adit dan Ari. Adit saat it mengaku sebagai mahasiswa, sementara Ari mengaku sebagai paman Adit."Penampilan Ari sangat parlente, sedangkan Adit bergaya seperti mahasiswa yang membawa tas ransel," urai Maria.Mereka lalu mengajak Maria ke sebuah restoran di PS. Ibrahim lalu menunjukkan sebuah barang antik berupa gulungan bertuliskan aksara Arab. Sedangkan Ari dan Adit terus meyakinkan Maria kalau barang itu adalah barang yang sangat berharga."Saya mulai tidak sadar saat di restoran itu," ucap Maria lagi.Bahkan Maria tidak sadar saat membelikan Ibrahim sebuah HP Nokia baru seri 6020 seharga Rp 1,4 juta dengan menggunakan kartu kredit yang dibawanya. Maria juga menyerahkan 2 kartu ATM berisi uang Rp 5 juta beserta nomer PIN-nya kepada 3 orang itu. Selain itu sebuah cincin emas 4 gram turut diserahkan. Sebuah HP Nokia seri 2100 milik Maria tak luput digasak. "Sim cardnya dikembalikan ke saya. Mereka hanya mengambil HP saya," kata Maria pasrah.
(fjr/)











































