Menneg LH Prihatin Riau Masih Terdapat Titik Api
Kamis, 03 Agu 2006 18:28 WIB
Pekanbaru - Menneg LH Rachmat Witoelar sangat prihatin melihat kondisi daerah Riau yang masih ditemukan sebaran titik api. Kondisi itu menunjukkan lemahnya penegakan hukum atas pelaku pembakaran. "Tadi saya muter-muter di udara dengan heli TNI AU. Dari pantuan di atas, saya bersama tim masih menyaksikan adanya sebaran titik api yang menimbulkan bencana asap di Riau ini. Dengan masih adanya titik api ini, bukti kuat lemahnya penegakan hukum," tegas Menneg LH Rachmat Witoelar dalam acara jumpa pers di Gedung Daerah Riau, Jl Diponegoro, Pekanbaru, Selasa (4/8/2006). Kehadiran Menneg LH bersama rombongan dari staf Mendagri dan Mensesneg ke Riau ini dalam rangka melihat kondisi Riau yang kini merupakan daerah terbesar di Sumatera yang ditemukan titik api. Menurut Rachmat, dari pantuan di udara itu, sebaran titik api sebagian besar berada di areal perkebunan kelapa sawit dan perusahan bidang perhutanan. Sebagian kecil lainnya, sebaran titik api ditemukan di lahan milik masyarakat. Sayangnya Menneg LH tidak menyebutkan di areal perusahaan mana saja sebaran titik api itu. "Dengan bencana asap yang kembali terjadi saat ini, kami mengharapkan proses penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran harus benar-benar ditegakkan. Kita akan kerja secara maksimal bersama pemerintah daerah untuk menangkap semua pelaku pembakaran tersebut," janji Menneg LH. Menneg LH meminta seluruh jajaran kepala daerah di kabupaten dan kota, untuk bisa mengantisipasi secara dini agar kebakaran hutan dan lahan di Riau tidak semakin meluas. Bagi lahan-lahan bekas pembakaran tersebut, pihaknya sudah meminta pemerintah daerah untuk memberikan status quo. "Lahan-lahan bekas pembakaran itu, kita sudah meminta pemerintah daerah untuk mengeluarkan status qou. Dengan demikian, kita akan mengetahui siapa pemilik lahan tersebut. Selanjutnya pemilik lahan akan diproses secara hukum," kata Rachmat.
(nrl/)











































