BMG: Agustus, Puncak Dampak Kekeringan di Jateng

BMG: Agustus, Puncak Dampak Kekeringan di Jateng

- detikNews
Kamis, 03 Agu 2006 16:29 WIB
Semarang - Meski rutin dialami, kekeringan terus jadi ancaman. Di Jawa Tengah (Jateng), puncak dampak kekeringan terjadi pada Agustus ini. Hati-hati! Kepala BMG Stasiun Klimatologi Semarang Widada Sulistya menyatakan, sejak April lalu, kekeringan sudah melanda Jateng. Terutama daerah-daerah di pesisir utara, sepanjang Pantai Selatan dan Jateng bagian timur. "Ini berdasarkan analisis meteorologi. Bulan ini, dampaknya mencapai puncak," kata dia usai mengikuti rapat di Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (3/8/2006). Untuk mengurangi dampak kekeringan, satu-satunya cara hanya penghematan air baik untuk keperluan rumah tangga maupun pertanian. Karena untuk membuat hujan buatan, berdasarkan analisis meteorologi, tidak mungkin. "Kondisi cuaca tidak memungkinkan membuat hujan buatan. Hal itu lebih baik dilakukan pada Oktober mendatang," lanjut dia. Namun demikian, jika memang sangat diperlukan, hujan buatan bisa dilakukan pada daerah seperti Gunung Lawu, Karanganyar, Solo, dan Magelang. Di daerah tersebut masih ada awan berpotensi hujan. Daerah-daerah yang relatif aman dari bahaya kekeringan, antara lain Temanggung, Wonosobo, Purbalingga, dan Banyumas. Kawasan ini bisa menyimpan air karena dikelilingi pegunungan dan berada di pedalaman. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads