Semarang Dipasangi Satu Seismograf
Kamis, 03 Agu 2006 16:29 WIB
Semarang - Bebagai daerah di Indonesia dihantam gempa berkali-kali. Ada yang berdampak tsunami, ada yang tidak. Sebagai langkah antisipasi, di Semarang juga dipasangi satu seismograf. "Sekarang pemasangan masih dikerjakan. Paling tidak akhir tahun ini alat itu bisa digunakan," kata Kepala BMG Stasiun Klimatologi Semarang Widada Sulistya usai mengikuti rapat di Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (3/8/2006). Widada menjelaskan, alat itu dipasang di Kampus Universitas Diponegoro |(Undip), Tembalang, Semarang. Pemasangan belum bisa diselesaikan karena masih harus menunggu tambahan prasarana dari Jerman. Alat itu satu rangkaian dengan seismograf milik BMG Klimatologi Semarang. Jika terjadi gempa, maka BMG akan segera menginformasikan ke pemerintah. Lalu, pemerintah meneruskan informasinya ke masyarakat. "Yang langsung berhubungan dengan masyarakat kan pemerintah daerah. Informasi dari BMG, hanya warning untuk diteruskan agar masyarakat waspada," jelasnya. Sesuai program pemerintah pusat, pemasangan alat 'pengendus' gempa dan tsunami itu difokuskan pada daerah-daerah yang paling rawan. Misalnya, untuk Pantai Barat Sumatera, Laut Selatan Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi. Dijelaskan Widada, hingga saat ini, kawasan Laut Selatan yang sudah dipasangi seismograf hanya Wonosari, Yogyakarta. Sementara untuk alat yang dipasang di laut, belum ada. "Di Wonosari, alat itu berhubungan langsung dengan BMG Gamping, Sleman. Untuk yang dipasang di laut, mungkin menyusul," demikian Widada Sulistya.
(nrl/)











































