Bahaya, Titik Api di Sumsel Tiga Kali Lipat Tahun Lalu
Kamis, 03 Agu 2006 14:42 WIB
Palembang - Pemerintah maupun masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini boleh khawatir dengan persoalan kebakaran hutan dan bencana asap. Bagaimana tidak, hingga bulan Juli 2006, titik api di Sumsel mencapai 323 titik. Ini berarti jumlah titik api tiga kali lipat dari tahun 2005 lalu. Daerah paling banyak titik apinya adalah Muaraenim dengan 67 titik api. "Jadi, pada puncak kemarau pada Agustus ini, bukan tidak mungkin titik api akan lebih meningkat. Bila ini terjadi Sumsel menjadi wilayah berbahaya, bencana kebakaran ini dapat menjadi bencana asap," kata Muhammad Saleh dari South Sumatra Forest Fire Management Project di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Kamis (3/8/2006). Berikut sebaran ke-323 titik api itu, yakni di Banyuasin 24 titik, Lahat 19 titik, Lubuklinggau 2 titik, Muaraenim 67 titik api, Musi Banyuasin 53 titik, Musirawas 39 titik, Ogan Komering Ulu (OKU) 16 titik, OKU Selatan 5 titik, OKU Timur 17 titik, Ogan Ilir 25 titik, Ogan Komering Ilir (OKI) 32 titik, Palembang 1 titik dan Prabumulih 5 titik. Sementara kawasan yang paling banyak titik apinya yakni di lahan pertanian campuran sebanyak 150 titik, kemudian belukar rawa 28 titik, perkebunan 20 titik, rawa 21 titik, tanah terbuka 23 titik, belukar 12 titik, hutan mangrove prime 1 titik, hutan rawa sekunder 10 titik, hutan sekunder 8 titik, hutan tanaman 5 titik, pemukiman 4 titik, pertanian lahan kering 7 titik, semak rawa 2 titik, sawah 15 titik, tambak 3 titik, dan transmigrasi 2 titik.
(asy/)











































