Kesiapan Pasukan Perdamaian dari TNI Sudah 80%
Kamis, 03 Agu 2006 12:07 WIB
Jakarta - Persiapan pengiriman pasukan perdamaian TNI ke Timur Tengah sudah mencapai 80 persen. Pasukan perdamaian itu belum siap tugas karena masih menunggu keputusan Dewan Keamanan (DK) PBB."Hari ini saya baru melihat dari TNI AD. Kalau dikatakan siap, belum siap tugas. Tetapi dari aspek kesiapan tugas itu, saya rasa 80 persen kesiapannya," kata Asops Kasum TNI Mayjen Bambang Dharmono di markas Batalyon Kavaleri-7 Sersus Kodam Jaya, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (3/8/2006).Dikatakan dia, TNI sudah merencanakan akan menyiapkan 1 batalyon mekanis stand by force, yakni satuan yang siap dilibatkan sewaktu-waktu untuk penugasan peace keeping force di bawah DK PBB."Saya akan melakukan cek ke markas marinir di Cilandak. Saya belum tahu keseluruhannya. Sebenarnya batalyon mekanis ini baru akan disiapkan tahun depan, tetapi karena ada percepatan maka kita lakukan dari sekarang," ujarnya.Menurut Bambang, TNI menyiapkan batalyon ini karena pemerintah menyatakan bahwa Indonesia siap berkontribusi 1 batalyon untuk tugas perdamaian di Libanon sehingga jabarannya TNI menyiapkan mekanis stand by force.Akan disiagakan di mana? "Saya belum tahu. Tetapi minggu depan kita akan menggelar apel kesiapan seluruh batalyon ini di Halim. Pengiriman pasukantergantung kondisi di lapangan dan keputusan DK PBB," terangnya.Lebih lanjut, Bambang menolak membeberkan anggaran yang disiapkan untuk pengiriman pasukan itu. "Tanya Dephan, jangan tanya saya. Tugas saya sebagai Asops Kasum hanya menyiapkan pasukan," elaknya.Bambang menyatakan alutsista yang akan digunakan pun cukup memadai.TNI, lanjutnya, memiliki prosedur untuk hal yang berkaitan dengan risiko penugasan.
(aan/)











































