PBB Macet, OKI Harus Tempuh Jalur Uni Eropa

PBB Macet, OKI Harus Tempuh Jalur Uni Eropa

- detikNews
Kamis, 03 Agu 2006 11:06 WIB
Jakarta - Sidang darurat Organisasi Konferensi Islam (OKI) menuai dukungan sejumlah kalangan. PBB akan didesak melakukan gencatan senjata dalam konflik Israel-Hizbullah. Jika PBB macet, OKI diusulkan melirik jalur Uni Eropa.Namun sebelum mengusulkan gencatan senjata, OKI harus menghentikan konflik di antara negara-negara Arab. Dengan begitu, bisa bersatu menekan PBB menghentikan gencatan senjata di Timur Tengah."Ini suatu inisiatif yang bagus, meski terlambat karena OKI selama ini tidak efektif karena adanya pertentangan dan konflik di antara negara-negara Arab. OKI harus menyelesaikan itu. Kalau tidak OKI tidak efektif," kata Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra di sela penandatanganan MoU antara UIN Syarif Hidayatullah, The Asia Foundation dan Perpustakaan Kongres Amerika Serikat di Hotel Grand Hyaat, Jakarta, Kamis (3/8/2006).OKI bisa efektif jika bersatu dan bersepakat. "Jika bersepakat, mereka dapat melakukan tekanan-tekanan secara bulat kepada Dewan Keamanan PBB, juga Uni Eropa. Karena saya kira berbagai jalur multilateral mesti dilakukan. Karena PBB macet, OKI harus menggunakan jalur Uni Eropa," terangnya.Namun demikian, Azyumardi mengaku tidak optimistis terhadap pertemuan OKI."Saya tidak terlalu optimis, tetapi saya harap dapat menghasilkan sesuatu yang konkret, terutama dalam kesatuan langkah," ujar dia.Sidang darurat OKI berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis ini. Turut hadir Presiden SBY beserta pemimpin negara lainnya seperti dari Turki, Malaysia, Bangladesh, Suriah, dan Brunei.Malaysia selaku ketua Konferensi Tingkat Tinggi OKI mengundang 10 pemimpin negara anggota OKI dari sekitar 54 anggota organisasi yang bermarkas di Jeddah, Arab Saudi. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads