Pakar Gempa BPPT: Perlu Diteliti Kaitan Gempa dan Awan Aneh
Rabu, 02 Agu 2006 17:19 WIB
Jakarta - Pakar gempa dari BPPT Yusuf Surachman menduga awan aneh yang muncul Selasa kemarin akibat anomali suhu. Sejauh ini ia belum meneliti kaitan awan aneh dengan gempa."Perlu ada studi kenapa awan seperti itu terbentuk. Saya belum bisa berkomentar karena penelitian belum ada yang membuktikan," kata Yusuf yang juga Direktur Pusat Teknologi SDA BPPT kepada detikcom di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (2/8/2006)."Dari knowledge kegempaan belum ada yang mengait-ngaitkan dengan awan. Bisa jadi pada saat itu ada anomali suhu," imbuh dia.Anomali suhu tersebut, katanya, menimbulkan adanya perbedaan tekanan. Perbedaan tekanan itu menimbulkan tejadinya angin."Angin itulah yang barangkali membuat awan seperti itu. Sedangkan anomali seperti itu bisa ditimbulkan banyak hal," ujarnya.Sedangkan suhu yang terjadi pada saat stres (tekanan) sebelum gempa, lanjutnya, tidak bisa diukur dan perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai hal itu."Tapi kalau ini memang adalah salah satu temuan yang secara statistik dari beberapa kejadian memang selalu ada fenomena itu, itu sangat-sangat bagus," tandasnya.Kalau fenomena awan aneh bisa membuktikan bakal terjadi gempa, ia yakin itu sangat bisa menolong. "Bisa ada tindakan pencegahan," katanya.
(umi/)











































