RI Bawa 4 Misi dalam Sidang OKI
Rabu, 02 Agu 2006 16:54 WIB
Jakarta - Indonesia mengupayakan Organisasi Konferensi Islam (OKI) mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB melakukan gencatan senjata terhadap Israel dan Hizbullah. Agenda ini merupakan hal yang mendesak di antara 4 agenda yang akan diusulkan dalam sidang darurat OKI yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia mulai 3 Agustus 2006."Berulang kali saya nyatakan yang paling mendesak dilakukan adalah gencatan senjata. Namun itu bukan kewenangan OKI, tapi DK PBB. Kita perlu mendesak DK PBB untuk melakukan upaya gencatan senjata," ujar Menlu Hassan Wirajuda usai audiensi dengan Hizbut Thahrir Indonesia (HTI) di Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2006).Tiga agenda lainnya yang diusulkan Indonesia dalam pertemuan OKI adalah perlunya bantuan kemanusiaan, rekonstruksi dan rehabilitasi Palestina dan mendorong proses perdamaian di Timur Tengah."Bantuan kemanusiaan, obat-obatan, peralatan medis, bahan makanan untuk penduduk Palestina yang menderita atas konflik yang terjadi. Upaya rekonstruksi dan mendorong proses perdamaian juga diharapkan dalam sidang OKI besok," ujarnya.Wirajuda juga memaparkan alasan kenapa Indonesia tidak menempatkan pasukan baret biru dalam pasukan multinasional. "Karena pasukan multinasional yang diberikan kewenangan adalah pihak yang paling kuat. Bisa jadi negara yang kuat menentukan kebijakan yang belum tentu sesuai dengan kebijakan nasional Indonesia," imbuhnya.
(san/)











































