Untuk Dapat Kredit, Proyek Monorel Harus Direview
Rabu, 02 Agu 2006 16:21 WIB
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta meninjau ulang proyek monorel agar proyek itu bisa dijadikan jaminan bagi Bank of Dubai dalam mencairkan pinjaman sebesar US$ 525 juta.Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa usai rapat koordinasi membahas proyek monorel di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (2/8/2006)."Masih belum ada keputusan. Dengan risiko itu Pemprov DKI harus menghitung ulang nilai keekonomian dari proyek itu," ujar Hatta.Dijelaskan Hatta, Bank of Dubai masih kurang klop dengan besarnya pinjaman yang diajukan, apabila perkiraan jumlah penumpang yang disampaikan Pemprov DKI hanya 160.000 orang per harinya."Kalau jumlahnya seperti itu ada selisih. Bank of Dubai melihat ada sesuatu yang berisiko di situ," kata Hatta.Untuk itu, tambah Hatta, Bank of Dubai meminta adanya jaminan langsung dari pemerintah pusat. Jika pemerintah harus memberikan jaminan, Hatta meminta Pemprov DKI melaksanakan proyek ini sesuai aturan."Ada kepres yang mewajibkan kita harus transparan, equal treatment. Proyek ini juga harus ditawarkan kepada yang lain juga. Harus ada aturan-aturannya," cetusnya.Seperti diketahui, Konsorium PT Jakarta Monorel merupakan konsorsium yang ditunjuk langsung oleh Pemprov DKI tanpa melalui tender. Hal inilah yang menjadikan jalan bagi pemerintah untuk memberikan jaminan itu.Jika akhirnya pemerintah tidak memberi jaminan, Hatta menyarankan Pemprov DKI melakukan lobi untuk meyakinkan pihak Bank of Dubai, bahwa jaminan dari pinjaman mereka adalah proyek itu sendiri."Harus dilihat dulu masalah-masalah yang terkait dengan visibilitas proyek itu sendiri," demikian Hatta.
(fjr/)











































