Kisah Paranormal Berujung Maut
Fera: Aku Cinta Dia, Tidak Dipelet
Rabu, 02 Agu 2006 13:06 WIB
Pekanbaru - "Aku sangat mencintainya dan menyayanginya. Aku tidak merasa dipelet atau diguna-guna oleh Ki Haryo Pamungkas. Aku mencintainya secara tulus," tutur Erma Fera calon istri ke empat sang paranormal yang tewas secara tragis dibakar calon mertuanya. Cinta itu buta. Sepenggal kalimat ini memang banyak arti. Mungkin juga cinta buta ini menghampiri Erma Fera, gadis yang baru saja diwisuda dari Akademi Perawat (Akper) di Pekanbaru. Remaja yang baru menginjak usia 23 tahun ini, menaruh cintanya pada paranormal Ki Haryo Pamungkas (54). Usia mereka yang terpaut jauh, bak anak dengan bapaknya ini, bukan halangan baginya. Fera mencintai Ki Haryo dengan sepenuh hati, walau dia sadar akan dijadikan istri keempatnya. Kapolsek Sukajadi Pekanbaru, AKP Amrozi kepada detikcom, Selasa (1/8/2006) bercerita, pihaknya pernah menanyakan, mengapa Fera tidak mencari calon suami yang masih lajang. Pertanyaan ini dijawab dengan santai dan penuh keyakinan. "Pak polisi, namanya juga jatuh cinta. Usia kami yang jauh berbeda tak menghalangi. Aku memang mencintai dan menyayanginya setulus hati," kata Fera menjawab pertanyaan polisi, saat dimintai keterangan beberapa waktu lalu. Fera menjalin hubungan asmara dengan Ki Haryo sejak empat bulan yang lalu. Awalnya Fera bersama orangtuanya, Irwan Chaniago (50) berobat kepada Ki Haryo. Waktu itu, Erma minta dijampi-jampi, katanya sih, biar pinter. Sedangkan sang ayah, waktu itu minta diobati penyakit ambiennya. "Tapi penyakit ambiennya tak kunjung sembuh," kata Kapolsek. Rupanya sejak pengobatan itu, Fera sering berkunjung sendiri tanpa sepengetahuan orangtuanya. Hubungan pasangan beda kelamin ini kian membara. Satu hari saja Fera tidak ketemu sang kekasih ahli pakar pelet ini, kepalanya merasa pusing. "Sehari saja Fera tidak menerima SMS dari kekasihnya itu, dia mengaku pusing. Makanya, dia saban hari selepas pulang kuliah, singgah di rumah Ki Haryo. Rumah itu hanya ditempati Haryo karena istri kedua ada di Magelang dan istri ketiganya di Palembang," ujar Kapolsek. Tentulah perubahan mencolok dalam diri Fera ini membuat orangtuanya curiga. Jangan-jangan Fera sudah terkena pelet. Tapi tudingan ini ditepis Fera. Dia menganggap hubungan asmara yang mereka bina bukan karena ilmu pelet. Cinta mereka itu bersemi sebagaimana lazimnya. "Aku tidak merasa dipelet Ki Haryo Pamungkas," ketus Fera kepada polisi. Malah anehnya, kata Kapolsek, Fera sempat memprotes perbuatan ayahnya yang melakukan pembakaran dengan bensin kepada Ki Haryo. "Mengapa papa berbuat kayak gitu. Kami saling mencintai," protes Fera saat menjenguk orangtuanya di sel tahanan Polsek Sukjadi sebelum kekasihnya itu meninggal dunia. Percintaan Fera dengan paranormal ini berakhir dengan maut. Ki Haryo tewas di tangan calon mertuanya, Irwan Chaniago dengan cara dibakar, sepekan yang lalu. Impian untuk menikah bulan ini, pupus sudah.
(asy/)











































