ICW: KY Sebaiknya Rayakan Ultah di Gedung MA
Rabu, 02 Agu 2006 13:04 WIB
Jakarta - Ketidakhadiran pejabat Mahkamah Agung (MA) pada perayaan ultah Komisi Yudisial (KY) mendapat sorotan tajam. KY disarankan kembali menggelar perayaan ultahnya di Gedung MA."Jadi seperti jual emas di depan toko emas, jual perangko di depan kantor pos," ujar Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Teten Masduki berseloroh saat menghadiri perayaan ultah KY di Hotel Red Top, Jl Pecenongan, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2006).Selain itu, Teten menganggap MA menentang pembaruan peradilan di negeri ini. Teten menilai KY sebagai simbol pembaruan peradilan."Ini jelas bentuk perlawanan terhadap pembaruan peradilan dengan mengabaikan KY," nilainya.Ke depannya Teten berharap KY dan MA dapat bekerja sama dalam membangun pembaruan peradilan. Namun untuk mencapainya, KY harus membangun dukungan di bidang politik terlebih dahulu."Karena selama ini KY gagal dalam hal politik. Jika tidak berhasil memperoleh itu, maka KY akan terus diabaikan," tutur dia.Teten mencontohkan, produk KY yang diabaikan oleh pemerintah, yaitu Perpu perluasan kewenangan KY yang ditolak oleh Presiden."Ya seperti Perpu ini yang tidak berhasil mendapatkan dukungan," tuturnya lagi.
(fjr/)











































