Kisah Paranormal Berujung Maut
Pengelana Satu Kota, Satu Istri
Rabu, 02 Agu 2006 12:50 WIB
Pekanbaru - Paranormal Ki Haryo Pamungkas memiliki tiga istri. Tapi, istri pertamanya telah diceraikan. Sementara istri kedua dan ketiganya akur dan rukun. Meski sudah beristri lebih dari satu, Ki Haryo masih belum puas. Dia ingin menjadikan Erma Fera, mantan mahasiswi Akademi Perawat (Akper) Pekanbaru, sebagai istri keempatnya. Erma yang masih gadis ting-ting berumur 23 tahun tidak mempermasalahkan perbedaan usia dengan Ki Haryo yang sudah berusia 54 tahun. Erma juga tampak akur dengan kedua istri Ki Haryo. Namun, niatan Ki Haryo untuk mempersunting Erma Fera tidak kesampaian. Beberapa hari lalu, Ki Haryo tewas mengenaskan setelah mengalami luka bakar hebat. Keinginan Ki Haryo untuk menikahi Erma Fera tidak semulus saat menikahi tiga perempuan sebelumnya. Ayah kandung Erma Fera, Irwan Chaniago, tidak setuju dengan percintaan Ki Haryo dengan anak gadisnya itu. Irwan merasa anaknya jatuh cinta kepada Ki Haryo karena dipelet. Setelah permintaan agar Ki Haryo menjauhi anaknya tidak digubris, Irwan pun melakukan tindakan nekat: membakar Ki Haryo. Si paranormal yang 'sakti' itu pun terkapar dan terbakar. Setelah dirawat di RS Tabrani Rab, Pekanbaru, Ki Haryo tewas. Kehidupan Ki Haryo Pamungkas bagai musafir yang terus berkelana dari kota ke kota yang lain. Awalnya, sang dukun ahli ilmu pelet ini, berputar-putar dari satu kota ke kota yang lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pengakuan istri keduanya, Setiati (36) kepada penyidik Polsek Sukajadi Pekanbaru, Ki Haryo Pamungkas kelahiran Megelang. Setiati tidak tahu persis kapan Ki Haryo memperoleh ilmu kebatinan yang dikuasainya. Namun, Ki Haryo telah lama membuka praktek di Semarang. Di Semarang, untuk pertama kalinya, Ki Haryo mempersunting seorang gadis yang dijadikan istri pertamanya. Tidak diketahui secara pasti berapa lama di Semarang, yang jelas paranormal ini pindah ke Magelang. Di Kota 'Lembah Tidar' ini, Ki Haryo mempersunting Setiati yang dijadikan istri keduanya. Dari rahim Setiati, Ki Haryo dikaruniani 3 anak. Saat perkawinan kedua ini, tanpa sebab yang jelas, perkawinan pertamanya berakhir dengan perceraian. Dari Palembang, Ki Haryo merambah Palembang. Di kota Empek-empek ini, lagi-lagi Ki Haryo menjalin asmara dengan seorang gadis. Tak lama kemudian, gadis pujaannya itu dipersunting menjadi istri ketiganya. Luar biasa! Perkawinan dengan gadis Palembang ini mendapat restu dari dua istrinya. "Walau suami saya menikah lagi di Pelembang, saya dan istri keduanya cukup akrab. Kami akur-akur saja tidak pernah bertengkar. Kami saling menyayangi, walau kami sendiri jarang bertemu, karena saya ada di Magelang," tutur Setiati, seperti diungkapkan Kapolsek Sukajadi, AKP Amrozi N saat ditemui detikcom, Selasa (1/8/2006) kemarin. Setelah tinggal di Palembang 4 tahun, Ki Haryo melanjutkan berkelana ke Pekanbaru. Di kota ini, lagi-lagi Ki Haryo menjalin percintaan dengan seorang gadis. Dan gadis yang dipilih adalah Erma Fera. Sama dengan kisah-kisah perkelanaannya di kota-kota sebelumnya, Ki Haryo juga berniat mempersunting Erma Fera bulan Agustus 2006 ini. Tapi, niatan Ki Haryo malah kandas dan berakhir dengan maut. Menurut Kapolsek, Setiati datang ke Pekanbaru, ketika Ki Haryo menjalani perawatan intensif di rumah sakit Tabrani Rab. Malah, sebelum ajal menjemput Ki Haryo pada Senin (31/7/2006) lalu, istrinya ini ditemani Erma Fera. "Kalau suami saya mau menikah lagi dengan Fera, ya saya ikhlas saja. Apalagi Fera itu orangnya baik kok. Tapi awalnya saya menyangka, Fera ini ini seorang janda, eh ternyata masih gadis. Kami pun baik-baik saja, malah satu kamar saat menjaga Ki Haryo sakit," kata Setiati ketika dimintai keterangan pihak kepolisian 3 hari sebelum suaminya meninggal dunia. Keakuran sesama istri dan calon istri ini, mirip dengan kisah rumah tangga pemilik rumah makan Wong Solo. "Yang membedkan kami pak polisi, kalau istri-istri pemilik rumah makan Wong Solo diberi rumah pribadi sendiri-sendiri, kami cuma diberi rumah kontrakan. Walau begitu kami bahagia bersamanya," tutur Setiati menjawab pertanyaan polisi.
(asy/)











































