Jadi 'Buron' di Lembah Baliem

Jadi 'Buron' di Lembah Baliem

- detikNews
Rabu, 02 Agu 2006 10:05 WIB
Jadi Buron di Lembah Baliem
Jayapura - Ada rencana hunting foto ke lembah Baliem, Papua? Jangan lupa bawa 'survival kit' tambahan lembaran uang pecahan Rp 5 ribu. Kalau perlu segepok.Tanpa itu, perburuan foto Anda serasa terperangkap di sarang 'debt collector'. Anda pun terancam jadi 'buronan' suku Kurulu.Pemukiman suku Kurulu ini memang merupakan salah satu tujuan wisata di Baliem. Rasanya tidak ada sudut yang tidak layak foto di sana. Pemandangan alam, suasana desa, dan pernik lainnya. Tentu saja buruan favorit adalah para warga yang mengenakan pakaian tradisional.Penutup tubuh kaum pria adalah koteka atau hiom (dalam bahasa Papua berarti pakaian) yang membungkus alat vital. Sementara para wanita menutupi bagian bawah tubuhnya dengan 'rok' rumbia. Pinggang ke atas memang terbuka, bagian dada untuk kalung serat kulit kayu berhias manik-manik atau taring babi hutan.Meski hasrat memotret bergejolak, jangan asal jepret. Mereka amat 'sensitif' dan awas terhadap gerakan kamera. Setiap kali kita mengangkat kamera -- meski cuma membidik -- mereka merasa dirinya yang kita foto. Begitu kamera turun, mereka bergegas mendatangi kita."Bayar. Ayo bayar, tadi foto saya toh?" serunya sambil mengulurkan tangan.Seruan itu laksana komando bagi warga lain -- yang tidak kita foto sekali pun -- untuk ikut mendekat dan ikut meminta bayaran. Sebelum mendapatkan apa yang diminta, kerumunan 'debt collector' ini akan terus membuntuti ke mana pun Anda melangkah.Maka agar jelas berapa yang harus Anda bayar dan siapa yang berhak menerimanya, sebaiknya sampaikan dulu niat Anda langsung pada yang bersangkutan. Tanya pula berapa tarifnya difoto.Prosedur yang aneh memang. Tapi ini cukup efektif menyelamatkan Anda dari tagihan tak jelas.Caption foto:Seorang wanita suku Kurulu, Baliem, tengah menagih uang pemotretan pada seorang pengunjung kampungnya yang baru saja memotret dirinya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads