Dikejar-kejar Wartawan, Burdju Pilih Menghindar dengan Bajaj

Dikejar-kejar Wartawan, Burdju Pilih Menghindar dengan Bajaj

- detikNews
Selasa, 01 Agu 2006 19:08 WIB
Jakarta - Usai diperiksa 6 jam sejak 11.00 WIB hingga 17.00 WIB, 2 jaksa yang diduga melakukan pemerasan terdakwa kasus suap Jamsostek Ahmad Djunaidi kejar-kejaran oleh wartawan yang ingin mendapatkan komentar mereka. Wartawan telah menanti Burdju Ronni dan Cecep Sunarta yang diperiksa Timtas Tipikor di gedung Bareskrim Mabes Polri sejak pukul 09.00 WIB.Awalnya wartawan menunggu di depan pintu utama gedung Bareskrim, tapi ternyata kedua jaksa itu tak jua menunjukkan batang hidungnya. Pada 17.22 WIB, Cecep keluar lewat pintu depan menggunakan kaos putih oblong dan celana kuning gading, wartawan yang tidak mengenal wajahnya tetap mengejarnya hingga ke luar menuju Jalan Trunojoyo.Tidak hilang akal, Cecep dengan sigap memberhentikan Kopaja P19 dan langsung kabur. Dengan kesal, wartawan pun kembali ke gedung Bareskrim untuk menanti salah satu tersangka suap Jamsostek, Burdju Ronni.Burdju pun berniat keluar melalui pintu samping gedung Bareskrim. Sempat pula terjadi tarik ulur niatannya itu dengan membuka dan menutup pintu gedung. Wartawan yang melihat aksi tarik ulur Burdju akhirnya tidak sabar. Pintu yang menjadi penutup Burdju dan kedua pengawalnya dibuka dihalang-halangi wartawan. Pukul 17.50 WIB akhirnya Burdju menyerah dan keluar melalui pintu yang sama. Burdju dengan kemeja putih berlengan panjang dan bercelana hitam dikawal dua pengawal bertubuh gempal. Topi menutupi kepala Burdju. Salah satu pengawal bahkan menutup wajah Burdju dengan kain putih. Sedangkan satu pengawal lainnya menghalang-halangi wartawan yang terus mencecar dengan pertanyaan.Seorang wartawan iseng menarik topi Burdju. Alhasil kesempatan ini dimanfaatkan wartawan foto. "Jepret! Jepret!"Sesampainya di luar Mabes Polri, Burdju terlihat kebingunan karena mobil jemputannya belum juga datang. Wartawan terus mendesak Burdju dengan pertanyaan, namun tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya.Wartawan yang kesal dengan tingkah Burdju ini kemudian berteriak, "Naik taksi aja Pak!" Selama 30 menit, Burdju dan kedua pengawalnya kebingunan mencari alternatif transportasi pulang. Taksi yang dinanti, tak juga melewati Jalan Raden Patah. Akhirnya dipilihlah bajaj bernomor polisi B 1826 FD untuk menghindari wartawan. Mereka yang kesemuanya bertubuh gempal pun terlihat sesak di bangku penumpang. "Gruuung..." Bajaj langsung melaju cepat menuju Masjid Al Azhar. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads