Cuaca Daerah Tropis Tak Menentu, BMG Sulit Ramal Cuaca
Selasa, 01 Agu 2006 15:25 WIB
Jakarta - Karakteristik cuaca di daerah tropis yang berubah-ubah membuat Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) kesulitan memprediksi cuaca secara tepat.Kondisi ini berbeda dengan negara 4 musim yang hanya dipengaruhi 2 faktor, yakni angin dan tekanan udara. Karena itu wajar bila seorang peneliti dari Cina dan Turki merilis adanya keterkaitan awan aneh dengan gempa.Hal itu dijelaskan Kepala Bidang Cuaca BMG Ahmad Zakir saat ditemui detikcom di kantornya, Jl Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2006)."Mereka telah mengakui cuaca yang ada di negeri tropis itu very difficult. Itu sudah diakui tidak hanya oleh negara-negara yang mengamati cuaca, tapi oleh badan cuaca internasional," ungkapnya.Dia menambahkan, sedikitnya variabel penentu cuaca di negara-negara sub tropis menyebabkan ramalan cuaca relatif lebih mendekati kenyataan."Saya ditaruh 3 hari di sana sudah bisa meramalkan. Sebaliknya kalau mereka ditarik di sini, setahun belum tentu bisa," tuturnya.Zakir juga menyatakan tidak ada kekhasan awan di negara-negara tropis seperti Indonesia."Dari dulu hingga sekarang yang namanya jenis awan hanya ada 37. Dari 37 di-breakdown jadi 10, kemudian dibagi lagi menjadi 3, yaitu rendah, sedang dan tinggi," urainya.Hanya saja, sebut Zakir, karakteristik awan pada tahun ini berbeda. "Musim hujannya banyak diiringi puting beliung, karena tekanan angin mikro dan itu tidak terdeteksi karena saking kecilnya angin mikro itu," terang dia.Dia juga menyarankan para nelayan di pantai utara Aceh dan laut Arafuru berhati-hati saat melaut. Gelombang laut di 2 daerah itu disebutnya tidak bersahabat."Itu bukan tsunami, hanya gelombang pasang yang cukup besar," jelas dia.
(fjr/)











































