Kejagung Diceploki 2 Peti Telor
Selasa, 01 Agu 2006 14:34 WIB
Jakarta - Hujan lemparan telur mentah melanda Gedung Kejagung. Percikan putih dan kuning telur serta kulitnya berserakan. Aroma amis pun menyeruak.Aksi pelemparan telur ini dilakukan 50-an aktivis Gerakan Mahasiswa Anti Manipulasi BUMN (Geram BUMN).Mereka geram terhadap Kejagung yang tak kunjung menuntaskan perkara dugaan korupsi di PLTG Borang Sumatera Utara yang melibatkan Dirut PLN Eddie Widiono.Saking geramnya, 2 peti telur pun ditimpuki ke gedung yang berlokasi di Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Selasa (1/8/2006).Telor yang berjumlah ratusan itu mereka lempar dari gerbang gedung Kejagung hingga hampir mengenai Gedung Utama Kejagung. Sembari melempari telor, massa juga membakar ban mobil bekas untuk meramaikan aksi mereka.Salah seorang koordinator aksi, Kurnia, menyatakan Kejagung melemahkan upaya penyidikan yang telah dilakukan oleh Mabes Polri."Mabes Polri telah menetapkan tersangka, tapi justru Kejagung yang bermasalah," teriaknya.Dalam aksi ini, massa juga membawa sejumlah poster, antara lain bertuliskan "Arman, Hendarman, dan Jasman: Trio Pembebas Koruptor" dan "Segera Adili Koruptor PLN". Poster-poster itu kemudian dibakar dan dimasukkan ke dalam komplek kejaksaan.Dalam pernyataan tertulisnya, Geram BUMN menyatakan negara seharusnya menegakkan hukum dan menjunjung tinggi keadilan. Kejagung sebagai lembaga tinggi penegak hukum telah berubah fungsi menjadi pedagang hukum dan menjadi tempat berlindungnya koruptor dari jeratan vonis hukum."Kejaksaan tidak serius menangani perkara PLN. Kejaksaan Agung begitu kerap meloloskan koruptor kelas kakap," sebut Geram BUMN.
(fjr/)











































