Konflik di Jamsostek Tidak Sehat

Konflik di Jamsostek Tidak Sehat

- detikNews
Selasa, 01 Agu 2006 14:04 WIB
Jakarta - Konflik yang terjadi di tubuh Jamsostek antara jajaran direksi dengan Serikat Pekerja Jamsostek (SPJ) semakin berkepanjangan dan tidak sehat. Langkah yang dilakukan SPJ dinilai menyimpang dari AD/ART.Hal itu disampaikan oleh Marketing Support Kantor Wilayah III DKI Jakarta Yenno Munir dalam perbincangannya dengan sejumlah wartawan di sebuah rumah makan di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2006)."Secepat mungkin konflik ini harus diselesaikan karena sudah tidak sehat dan SPJ sudah keluar dari aturan yang ada," ujar Yenno.Menurut dia, satu-satunya solusi untuk mengakhiri konflik itu adalah harus segera diselenggarakan Munaslub. "Munaslub harus diadakan oleh pusat berkoordinasi dengan korwil-korwil karena kepengurusan SPJ yang ada sekarang ini sangat tidak profesional," imbuh Yenno.Dia mengatakan saat ini harus segera dilakukan restrukturisasi kepengurusan SPJ dan diganti dengan orang-orang yang lebih profesional. "Ini SPJ sudah tembak direksi sana, direksi sini. Sudah tidak lagi mencerminkan para pekerja Jamsostek," tandas dia.Namun demikian Yenno mengaku tidak membela direksi. Dia hanya ingin menyelamatkan SPJ dari kehancuran akibat konflik. "SPJ ini kan bentuknya serikat, bertujuan untuk menampung aspirasi anggota, memperjuangkan kesejahteraan anggota. Kalau ada masalah diteruskna ke manajemen dengan cara profesional. Langkah yang diambil oleh SPJ seakan-akan menunjukkan Jamsostek tidak memiliki leadership," terang Yenno Munir. (san/)


Berita Terkait