Anak-anak Motor Perubahan Papua
Selasa, 01 Agu 2006 12:07 WIB
Yahukimo - Ternyata bukan profesor atau aktivis LSM yang bisa menjadi penggerak perubahan di pedalaman Papua. Peran vital itu justru dibawakan cukup efektif oleh anak-anak usia SD.Begitulah kesimpulan anggota tim interdep penanganan kerawanan pangan setelah bertugas selama delapan bulan di Yahukimo, Papua. Selama itu mereka bukan hanya membuka kebun ubi jalar, tapi membangun sarana infrastruktur air bersih, puskesmas, pembangkit listrik mikro dan sekolah.Mereka juga perkenalkan banyak hal sederhana yang sebelumnya asing sama sekali bagi warga pedalaman itu. Mulai dari cara mandi, sikat gigi dan sayuran. Bahkan kambing dan kuda yang sengaja didatangkan sebagai hewan ternak dan alat transportasi."Pertama kali lihat, warga ketakutan. Jadi kita kenalkan lewat anak-anak di sekolah. Setelah mereka berani pegang kambing dan naik kuda, baru yang dewasa mulai ikut mendekat," kata Imam Purwanto dari Direktorat Perluasan Lahan Departemen Pertanian.Lain lagi pengalaman dr. Novi. Anggota tim medis ini harus menggelar acara mandi bersama karena kesulitan memaparkan cara mandi yang benar dalam bahasa setempat. "Kita kumpulkan anak-anak di sekolah lalu disemprot dengan air. Kita ajarin cara memakai sabun dan gosok gigi. Mereka jadi suka ke pancuran dan orang tuanya coba-coba mengikuti. Mandinya belum setiap hari memang," kata Novi sambil tersenyum.Melihat masih sulitnya warga dalam mengadopsi hal-hal baru, Imam dan Novi yakin itu akan berakhir sejalan dengan pergantian generasi. Proses yang bisa jadi makan waktu belasan tahun lamanya.Tapi sebelum waktu itu tiba, dua tenaga ahli ini berharap pekerjaan besar yang mereka rintis setelah masa tugasnya berakhir bulan depan jangan hanya jadi monumen karena ketiadaan kader yang bisa merawat dan mengoperasikannya."Tidak cukup orang cerdas atau kreatif untuk membimbing warga di sini. Dia juga harus rendah hati, sabar dan menghormati pola pikir warga betapa pun sederhananya," papar Imam mengenai kualifikasi calon pengganti dirinya di Yahukimo kelak.
(nrl/)











































