Kisah Paranormal Berujung Maut
Ki Haryo Tak Pernah Lapor ke RT
Selasa, 01 Agu 2006 11:50 WIB
Pekanbaru - Paranormal yang sebelumnya disebut Ki Agung Pamungkas, ternyata bernama Ki Haryo Pamungkas. Selama lima bulan menetap dan membuka praktek di Pekanbaru, sang dukun tidak pernah melapor ke Ketua RT setempat. Ki Haryo Pamungkas mengontrak rumah di Jl. Kutilang nomor 14 H, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Paranormal ini menghembuskan nafas terakhirnya di RS Tabrani, Pekanbaru, Senin (31/7/2006). Dia tewas setelah mendapat perawatan selama sepekan akibat luka bakar parah yang dialaminya. Dia mengalami luka bakar akibat ulah Irwan Chaniago, calon mertuanya. Irwan membakar Ki Haryo Pamungkas, karena putri kesayangannya, Emfa Fera (23), mahasiswi di salah satu Akademi Perawat (Akper) di Pekanbaru ini, jatuh cinta dengan sang dukun berumur 54 tahun tersebut. Rencananya, Agustus 2006, Fera akan dinikahi Ki Haryo Pamungkas sebagai istri kelimanya. Rumah di Jl. Kutilang yang dikontrak Ki Haryo ini berlantai dua dan bercat berwarna putih. Hingga Selasa (1/8/2006), rumah tersebut masih dipasangi police line. Di sekitar rumahnya tampak sepi. Hanya ada 5 rumah yang saling berdekatan. Tak banyak informasi tentang Ki Haryo yang bisa digali dari sekitar rumahnya. Namun, Ketua RT 05 RW O4, Safri (38) yang ditemui detikcom di rumahnya yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari tempat praktek Ki Haryo Pamungkas, mengaku bahwa sang dukun tidak pernah melapor sejak pindah. "Kalau tidak salah, sudah lima bulan di berada di RT kami. Tapi dia tidak pernah melapor kepada saya. Jadi saya tidak tahu persis siapa sebenarnya warga baru saya itu. Kalau Ki Haryo Pamungkas itu kan, bisa jadi hanya julukan," kata Safri. Sebenarnya Pak RT sudah dua kali mencoba menemui Ki Haryo Pamungkas. Namun upaya untuk mendata sebagai warga baru, juga tidak berhasil. "Dua kali saya datangi tak pernah ketemu dia. Akhirnya saya malas untuk menemuinya. Eh belakangan dia masuk koran, dibakar orang lain," kata Safri.Ketika menghembuskan nafas terakhirnya di RS Tabrani, Ki Haryo Pamungkas didampingi istri pertamanya dan Fera. Walau percintaannya dengan paranormal ini dihalangi Irwan, tapi Fera tetap setia mendampingi calon suaminya itu. Bahkan ada isu, bahwa sebenarnya Fera dan Ki Haryo sebenarnya telah menikah. Namun pihak kepolisian menyebut keduanya baru akan menikah pada Agustus 2006. Sesaat setelah meninggal, jenazah di Ki Haryo disalatkan di RS. Hanya ada beberapa orang yang menggunakan peci yang menyalatkan jasad sang paranormal ini. Usai disalatkan, jasadnya dibawa ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Kabarnya, jenazahnya dibawa ke kampung halamannya di Semarang. Namun, tidak ada alamat jelas.
(asy/)











































