Ombak Pantai Selatan Masih Tinggi

Ombak Pantai Selatan Masih Tinggi

- detikNews
Senin, 31 Jul 2006 17:15 WIB
Bantul - Gelombang pasang yang menerjang wilayah pantai selatan Kabupaten Bantul hingga kini masih tinggi. Tidak ada satu pun nelayan yang berani mencari ikan di laut.Berdasar pantauan detikcom hingga pukul 14.00 WIB, Senin (31/7/2006) mulai dari Pantai Samas, Patehan Kecamatan Sanden hingga Pantai Kuwaru dan Pandansimo Srandakan, tinggi gelombang berkisar 1-2 meter. Itu terjadi antara pukul 11.00 12.30 WIB.Di kawasan pantai Pandansimo dan Kuwaru, gelombang mendekati depan warung-warung semi permanen yang ada di bibir pantai. Namun gelombang tersebut tidak sampai menjangkau bangunan yang ada di pinggir pantai."Hari ini sudah agak reda, tinggi ombak tidak seperti Sabtu dan Minggu kemarin yang mencapai 3 meteran. Saat ini masuk tergolong tinggi," kata Ngadimin, anggota kelompok nelayan Pandansimo, kepada detikcom.Menurut dia, tinggi ombak yang terjadi hari ini berkisar antara 1 hingga 2 meter. Namun pada Senin dinihari sekitar pukul 02.00 WIB, ombak sempat tinggi sehingga pasir pantai memasuki daerah Suwangan yang terletak di muara Kali Progo. Pasir sempat terbawa ke daratan 100-an meter sehingga jalan batu yang menghubungkan antara Pandansimo dengan Suwangan sempat tertutup pasir. "Karena ombak masuk ke dekat Suwangan, wilayah sini (Pandansimo - red) aman. Tapi tidak sampai menjangkau hingga persawahan," katanya.Meski demikian, kata Ngadimin, warga yang punya rumah di pinggir pantai sempat khawatir dan terus berjaga-jaga hingga pagi hari. Mereka masih ketakutan karena kejadian tsunami dan air pasang yang terjadi Sabtu kemarin sangat tinggi hingga mendekati rumah atau warung di pinggir pantai. Beberapa orang warga ada yang memilih mengungsi hingga perkampungan yang terletak sekitar 1 kilometer dari pantai pada hari Sabtu malam. Proyek pemasangan batu pemecah ombak yang dilakukan di Suwangan di muara Kali Progo juga dihentikan sementara waktu.Dia mengatakan, sejak tsunami terjadi belum ada satu pun nelayan di sekitar Pandansimo dan Kuwaru yang pergi melaut. Hal itu disebabkan gelombang masih tinggi disertai angin cukup kencang. Saat ini warga banyak yang mengalihkan kegiatan dengan bertani dan berladang di dekat muara atau di sebelah utara pantai. "Warga yang punya warung belum berani jualan dan warung yang rusak masih dibiarkan. Mereka hanya mengambili beberapa gedhek yang tersisa untuk diselamatkan," katanya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads