Percintaan Paranormal Ki Agung Pamungkas Berujung Maut
Senin, 31 Jul 2006 16:12 WIB
Pekanbaru - Percintaan tak selamanya membawa kebahagiaan. Ini kisah tragis percintaan paranormal Ki Agung Pamungkas dengan mahasiswi di Pekanbaru. Rencana akan menikah di bulan Agustus, sang paranormal terkenal itu malah tewas di tangan calon mertua. Pupus sudah impian Ki Agung Pamungkas (54) yang akan menikahi seorang mahasiswi di salah satu Akademi Perawat (Akper) di Pekanbaru itu. Ki Ageng Pamungkas yang membuka pratek di Jl Kutilang Blok H 14 itu, hari ini, Senin (31/7/2006) mengembuskan nafas terakhir di RS Tabrani Rab, setelah sepekan dirawat karena luka bakar. Luka bakar yang dia derita merupakan pelampiasan kemarahan Irwan Chaniago (50), orang tua dari mahasiswi Akper bernama Erma Fera (23). Irwan nekat melakukan hal itu karena tidak setuju putri kesayangannya dijadikan istri kelima Ki Agung. Atas perbuatan tersebut, Irwan kini ditahan di sel Polsek Sukajadi Pekanbaru. Dia mesti mempertanggungjawabkan perbuatan pembunuhan berencana itu. "Tersangka sudah kita tahan sejak sepekan yang lalu. Dia memang menyerahkan diri ke polisi setelah melakukan pembakaran terhadap paranormal itu," kata Kapolsek Sukajadi, AKP Amrozi N, saat dihubungi detikcom, Senin (31/7/2006) di Pekanbaru. Kisah cinta Ki Agung Pamungkas ini, berawal sekitar empat bulan silam. Ki Agung memang dikenal sebagai paranormal handal yang konon bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Malah, disebut-sebut dia juga mampu membuat otak anak menjadi pintar dan cerdas. Nah, kabar bisa membuat kepintaran ini, membuat Erma Fera selaku mahasiswa di Akper berniat untuk mencobanya. Tentunya dengan harapan, ilmu pintar yang akan diturunkan Ki Agung bisa bermanfaat saat akan mengikuti ujian semester akhir tahun ini. Bersama temannya yang juga masih satu kampus, Fera secara diam-diam menemui Ki Agung untuk minta dijampi-jampi biar pinter. Ritual alam gaib pun dilaksanakan beberapa kali di rumah Ki Agung. Sejak pertemuan itu, rupanya Fera semakin rajin datang sendiri tanpa didampingi temannya. Singkat cerita, pertemuan yang awalnya hanya antara pasien dengan sang dukun, berubah menjadi hubungan percintaan. Bagai kena sihir, Fera sangat sulit melupakan sang dukun. Mereka lebih kurang empat bulan berpacaran. "Belakangan pacaran mereka diketahui orangtua mahasiswi itu. Irwan pun tidak setuju melihat anaknya dipacari sang dukun. Dia berulang kali meminta Ki Agung untuk tidak mengganggu anaknya lagi. Tapi itu pun tak digubris," kata Kapolsek Sukajadi Pekanbaru. Sejak mereka berpacaran, pengakuan tersangka kepada polisi, Fera sering telat pulang ke rumah. Dia sering singgah ke rumah dukun. Saban hari, Fera balik ke rumah pada pukul 21.00 WIB. Sikap Fera yang berubah tanpa alam sadar itu, membuat Irwan semakin panik. Tersangka tak ingin anaknya menjadi korban percintaan sang dukun. Puncaknya, sepekan yang lalu, Irwan datang ke rumah Ki Agung. Dia marah besar melihat percintaan anaknya yang kian dalam bersama Ki Agung. Pertengkaran pun terjadi. Ki Agung kena bogem mentah di lantai dua rumahnya. Ki Agung terjatuh, membuat Irwan semakin membabi buta. Bensin yang dia bawa dalam kemasan botol air meneral disiramkan ke tubuh sang paranormal. Setelah itu, tubuh Ki Agung pun dibakar. Untuk menyelamatkan diri, Ki Agung mengambil kasur selanjutnya melompat dari lantai dua ke bawah. "Sampai di bawah, Irwan tetap mengejarnya dan menyiramkan sisa bensin yang masih tersisa. Setelah dilerai warga, Ki Agung dilarikan ke rumah sakit. Sepekan dia mendapat perawatan intensif, namun akhirnya hari ini meninggal dunia," kata Kapolsek Sukajadi, AKP Amrozi. Kendati orang tua tidak menyetujui percintaan itu, Fera tetap saja ngotot meneruskan cinta butanya kepada Ki Agung. Malah selama Ki Agung di rawat di RS, Fera bersama istri pertama sang dukun, bersama-sama merawatnya. Rencananya, bila kondisi membaik, Ki Agung akan dibawa berobat ke Jakarta. "Malah pengakuan Fera ke orang tuanya, mau ikut ke Jawa bersama Ki Agung," kata Amrozi. Namun akhirnya percintaan Ki Agung dan mahasiswi ini berujung pada kematian.
(asy/)











































