Terganjal Kasus Tanah, AP II Tetap Kembangkan Soekarno-Hatta
Senin, 31 Jul 2006 15:31 WIB
Jakarta -
PT Angkasa Pura (AP) II tetap akan mengembangkan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, meski terganjal kasus pembebasan tanah."Dengan adanya kasus itu, pengembangan bandara tetap jalan," kata Coorporate Secretary Angkasa Pura II Sudaryanto dalam jumpa pers di Jalan Hayam Wuyuk, Jakarta, Senin (31/7/2006).Menurut Sudaryanto, pengembangan itu meliputi penambahan jumlah runway dan pengembangan di Terminal III.Pada awalnya, imbuh dia, pengembangan ditargetkan dengan memperluas areal bandara dari 1.800 hektar menjadi 2.700 hektar hingga 2009 dengan kapasitas 100 juta penumpang per tahun.Namun karena ada masalah dalam kasus pembebasan tanah, target itu di-review kembali menjadi 2.300 hektar dengan target penumpang 60 juta per tahun."Sekarang ini baru 20 juta sampai 30 juta penumpang per tahun," ungkapnya.Ditambahkan Sudaryanto, pengembangan runway akan ditambah 2 hingga total menjadi 4 runway. Penambahan ini dilakukan karena Bandara Soekarno-Hatta tergolomg padat di dunia, sudah mencapai 65 traffic per jamnya dengan jam padat pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 14.00-19.00 WIB.Sedangkan untuk Terminal III yang biasanya digunakan untuk TKI dan haji akan dikembangkan menjadi terminal pengembangan domestik.Saat ini Angkasa Pura II sedang melakukan tender dengan cara melalui online. Untuk pengembangan ini telah dianggarkan dana sebesar Rp 60 miliar.Ditanya soal perkembangan kasus korupsi pembebasan tanah, Sudaryanto mengelak. Kasus tersebut, imbuhnya, sudah diserahkan sepenuhnya kepada polisi. Pihak Angkasa Pura II tidak akan mengintervensinya."Saya tidak mau banyak berkomentar soal itu karena masih dalam pemeriksaan. Silakan kita serahkan kepada polisi untuk memeriksanya," tutur dia.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































