Istri Kru PPD Gali Lobang Tutup Lobang
Senin, 31 Jul 2006 12:18 WIB
Jakarta - Suami tidak digaji 8 bulan, istri-istri kru PPD pun menjerit. Apa pun dilakukan untuk mengganjal perut anak-anak mereka yang kelaparan. Ada yang berutang, ada juga yang meminta bantuan keluarga. Jeritan hati ini salah satunya disampaikan Hermiasih (42), istri seorang kru PPD. Ibu tiga anak ini mengaku terpaksa berutang menutupi biaya hidup keluarganya."Sejak suami saya tidak menerima gaji, kita tidak tidak ada penghasilan apa pun. Kita hidup ngutang sana-sini," kata Hermiasih di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (31/7/2006).Dia mengaku anak bungsunya pun terancam putus sekolah. "Bagaimana lagi ya, kami tidak ada biaya," ujarnya lirih.Penderitaan yang sama dialami Tati (38), istri salah seorang kondektur PPD. Dia mengaku melakukan kerja apa saja untuk menambal kebutuhan hidup keluarganya."Kalau PNS saja ada gaji ke-13, suami saya kondektur bus 8 bulan belum gajian. Sejak suami tidak dapat gaji, saya lakukan kerja apa saja. Kalau ada orang ingin jahit baju, saya terima jahitan. Pokoknya apa saja saya kerjakan asal halal," terang Tati.Berbeda dengan Hermiasih dan Tati, Titin mengaku mengandalkan gaji putra sulungnya untuk menutupi kebututan hidup keluarganya."Saya tidak bekerja, kami mengandalkan gaji anak saya yang bekerja di percetakan. Kadang juga dibantu keluarga saya yang lainnya," cetus Titin. Duh!
(aan/)











































