Perang di Timteng, AS Diminta Cabut Hak Veto

Perang di Timteng, AS Diminta Cabut Hak Veto

- detikNews
Senin, 31 Jul 2006 12:03 WIB
Jakarta - Agresi militer Israel membuat gerah sejumlah elemen di dalam negeri. Lewat aksi demonya di depan Kedubes AS, mereka meminta AS mencabut hak vetonya. PBB pun tidak lepas dari sorotan.Puluhan orang yang sejak pukul 11.00 WIB menggelar orasi di depan Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (31/7/2006), merupakan gabungan dari massa Kontras, GMNI, PRD dan HMI.Dalam orasi tersebut ada beberapa poin yang menjadi tuntutan mereka.Pertama, mendesak pemerintah AS mencabut hak vetonya dalam resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menghentikan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Libanon dan Palestina akibat agresi Israel.Kedua, mendesak PBB menghapus hak veto dalam DK PBB, mengirimkan pasukan perdamaian untuk menghentikan serangan Israel, dan memberi sanksi kepada Israel, mendesak PBB menangkap pemimpin Israel sebagai pelaku penyiksaan di Palestina dan Libanon.Khusus untuk pemerintah Indonesia, diharapkan bisa melindungi buruh migran di daerah konflik Timur Tengah, khususnya Libanon.Selain berorasi, pendemo juga mengusung beberapa poster yang bertuliskan "Olmert and Bush the real terrorist", "Lawan imperialisme AS", "Bush dan Olmert pelaku pelanggaran HAM".Penjagaan dalam aksi demo ini tidak begitu ketat walau ada sekitar 100 aparat, baik dari Brimob maupun dari polsek setempat.Namun hanya sekitar 30-an aparat saja yang dalam posisi siap menghadang laju pendemo. Para pendemo berorasi sekitar 50 meter dari pagar Kedubes AS yang kini dikelilingi kawat berduri. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads