Israel Hentikan Serangan Udara Selama 48 Jam

Israel Hentikan Serangan Udara Selama 48 Jam

- detikNews
Senin, 31 Jul 2006 09:23 WIB
Yerusalem - Israel menghentikan sementara serangan udara ke Libanon Selatan menyusul kemarahan dunia atas bombardir yang menewaskan sedikitnya 56 warga Libanon di Desa Qana. Penghentian serangan ini akan berlangsung selama 48 jam.Demikian diumumkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS yang tengah bersama Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice di Yerusalem, Israel, seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Senin (31/7/2006). Selain penghentian serangan, Israel juga akan membuka semua jalur bagi warga Libanon yang ingin meninggalkan wilayah Libanon Selatan. Pengumuman AS itu dibenarkan oleh sejumlah pejabat pemerintah Israel. Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert setuju untuk menghentikan serangan udara selama 48 jam sejak Minggu 30 Juli tengah malam waktu setempat. Penghentian operasi militer ini dilakukan untuk memberi waktu bagi militer Israel menyelidiki serangan mematikan di Qana pada Minggu 30 Juli kemarin. Nyaris seluruh korban tewas dalam gempuran itu adalah kaum perempuan dan anak-anak.Pemerintah Libanon menyatakan, penghentian serangan ini tidak cukup. "Tidak ada gencatan saja dan tidak ada penghentian kekerasan," cetus perwakilan khusus Libanon untuk PBB Nouhad Mahoud. "Kami menginginkan hal yang lebih dari itu," imbuhnya.Pertumpahan darah di Qana mendorong Menlu Rice mempersingkat kunjungannya ke Israel dan langsung bertolak ke Washington.Pejabat-pejabat Palang Merah Internasional menyatakan, sebanyak 56 warga Libanon tewas akibat serangan udara Israel ke sebuah rumah berlantai 3 di pinggiran Qana. Menurut kepolisian, korban tewas termasuk 34 anak dan 12 perempuan dewasa. Ini merupakan serangan tunggal Israel paling mematikan sejak memulai kampanye militer di Libanon pada 12 Juli lalu. (ita/)


Berita Terkait