PJTKI Pengirim Siti Maimunah ke Libanon akan Ditindak

PJTKI Pengirim Siti Maimunah ke Libanon akan Ditindak

- detikNews
Minggu, 30 Jul 2006 18:26 WIB
Jakarta - Pemerintah sudah menemukan lembaga pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang mengirim Siti Maemunah ke Timur Tengah. Siti Maemunah adalah TKI yang tewas terkena serangan Israel ke Libanon. PJTKI tersebut akan ditindak. "PJTKI yang mengirim Maimunah sudah ketemu. Jadi harus diambil satu tindakan. Tindakannya macam-macam, misalnya dicabut izinnya," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Soeparno kepada wartawan di sela-sela Konsolidasi Nasional Legislatif dan Eksekutif PKB di Hotel Sari Pan Pacific, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (30/7/2006). Sayangnya, Erman masih merahasiakan nama PJTKI yang mengirim Siti Maemunah itu. "Apakah PJTKI-nya mengasuransikan Maimunah atau tidak, PJTKI harus bertanggung jawab," tegas dia. Pada kesempatan itu, Erman juga menyampaikan bahwa negara Libanon bukanlah sebagai penempatan TKI. Karena itu, bila ada TKI yang bekerja di Libanon, maka pengirimannya dipastikan dilakukan secara ilegal. "Negara Libanon itu bukan negara penempatan, tapi kenyataannya ada TKI di sana. Saya tidak punya data berapa jumlah TKI di Libanon. Tapi, untuk Syiria (Suriah) ada 40 ribu TKI. Semua bagi kita ilegal, tapi bagi Syiria bukan, karena di sana ada kebijakan on arrival visa. Begitu juga di Libanon," kata Erman. Saat ini, baru ada lima negara yang memiliki kerja sama dengan Indonesia dalam penempatan TKI. "Sekarang baru ada lima negara yang ada payung hukum MoU-nya. Libanon dan Syiria tidak termasuk lima negara itu," ujar dia. Tentang keberadaan Siti Maemunah di Libanon, Erman belum bisa memastikannya. Namun, kata dia, ada tiga kemungkinan. Siti bisa saja dibawa majikan dari negara lain, masuk ke Libanon orang per orang, atau masuk secara resmi ke negara yang ada MoU dan kemudian pindah ke Libanon. Hanya saja, informasi yang beredar di media massa, Siti Maemunah berada di Libanon karena menyertai majikannya yang berasal dari Abu Dhabi. Tentang keberadaan majikannya di Libanon ada dua versi, yaitu berlibur atau tugas kerja. (asy/)


Berita Terkait