Israel Tolak Jeda Perang untuk Kirim Bantuan Kemanusiaan

Israel Tolak Jeda Perang untuk Kirim Bantuan Kemanusiaan

- detikNews
Minggu, 30 Jul 2006 00:05 WIB
Beirut - Konflik di Timur Tengah belum usai. Israel terus menyerang Libanon secara membabi buta. Israel juga menolak melakukan gencatan senjata selama tiga hari untuk memberikan kesempatan datangnya bantuan kemanusiaan seperti permintaan PBB."Kami tidak dapat menerima gencatan senjata dengan Hizbullah karena organisasi teroris ini akan mengeksploitasinya untuk mengumpulkan penduduk sipil dan kemudian menggunakannya sebagai tameng hidup di wilayah perang," kata Pejabat senior kementerian luar negeri Israel Gordon Weir kepada AFP, Sabtu (29/7/2006).Tindakan keji Israel ini membuat negara adidaya Amerika turun tangan. Meski dalam setiap kebijakannya selalu mendukung Israel, Amerika kini mencoba mengambil jalan lain untuk menengahi konflik yang terjadi.Alhasil Menteri Luar Negeri Condoleeza Rice pun kembali bertolak ke Timur Tengah dengan harapan Israel dapat melunak. Tapi Israel punlangsung menjawab dengan melancarkan serangkaian serangan udara baru ke Libanon. Mereka tetap menolak mengakhiri perang terhadap Hizbullah yang sudah berjalan selama 18 hari dan membuat ratusan orang tewas sementara ratusan lainnya kehilangan tempat tinggal.Koordinator kemanusiaan PBB Jan Egeland telah meminta gencatan senjata antara Israel dan kelompok militan Shiite sehingga korban dapat dipindahkan danobat-obatan dan makanan dapat dikirim ke wilayah yang dilanda konflik.Sementara itu Rice menyebutkan, bahwa ia mengharapkan adanya pembicaraan yang 'cukup intens' dengan adanya 'serah dan terima' di kedua belah pihak. "Kami tidak menentukan target, tapi kalau kami ingin segera mengakhiri kekerasan, sangatlah penting mendapat persetujuan dari elemen-elemen yang ada," ujar Rice. (ahm/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait