Harga Sekam Melangit, Pembuat Batu Bata Menjerit
Sabtu, 29 Jul 2006 14:03 WIB
Bantul - Harga batu bata pascagempa ikut naik hingga Rp 400/biji. Namun para pengrajin batu bata di Kabupaten Bantul mengeluh tingginya harga sekam (kulit padi). Kenaikan harga sekam itu cukup memberatkan para pengrajin batu bata. Sebab mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli sekam yang ikut naikhingga 100 persen.Suratmin (54), salah seorang perajin di Banguntapan Bantul kepada detikcom, Sabtu (29/7/2006) menuturkan sebelum terjadi gempa harga 1 ton sekam berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Namun saat ini harga mencapai Rp 350 ribu/ton. "Harga Rp 350 ribu/ton itu sudah kenaikan yang kedua sebelumnya Rp 300 ribu/ton," katanya. Dia mengatakan untuk membakar 10 ribu hingga 15 ribu batu bata membutuhkan 1 ton sekam ditambah 100 kg kayu bakar. Akibatnya banyak pengrajin yang langsungmenjual batu bata kering sebelum dibakar kepada pengrajin lainnya. Harga jual batu bata mentah kurang dari Rp 200/biji Sedang batu bata jadi siap di pasarkan dari pengrajin dijual dengan harga Rp 300 - Rp 325/biji. "Ini banyak dilakukan karena bisa menanggung tingginya biaya operasional saat pembakaran," katanya.Menurut dia, tingginya harga sekam diakibatkan banyak petani di wilayah Bantul, Sleman, Kulonprogo, Klaten dan sekitarnya yang gagal panen. Minimal hingga pertengahan tahun 2006 ini banyak petani yang mengalami penurunan produksi padi hingga sebelum musim kemarau tiba. "Turunnya produksi juga diakibatkan gempa, sehingga harga sekam pun ikut naik karena stok sedikit karena tidak panen," katanya.Untuk mendapatkan pasokan sekam katanya, beberapa pengrajin terpaksa mendatangkan dari luar kota seperti dari Sukoharjo, Klaten ataupun Purworejo. Sedangkan pasokan dari Sleman dan Bantul tidak mencukupi jumlahnya.Menurut dia meski harga batu bata ikut naik karena tingginya permintaan. Para pengrajin tidak banyak meraih keuntungan dari penjualan tersebut. Sebab mereka juga harus menanggung biaya operasional yang tinggi, seperti biaya sewa lahan, biaya pembakaran, pembelian sekam dan kayu bakar dan ongkos angkut.Demikian pula upah borongan tenaga pembuat batu bata mencapai Rp 30 ribu per 1.000 biji. "Yang untung banyak itu bukan kamitap juragan yang menjual langsungkepada pembeli," katanya.Sementara itu berdasarkan pantauan detikcom, di beberapa toko material bahan bangunan di Kota Yogyakarta saat ini banya dijual batu bata dari wilayah lain seperti Purwodadi, Solo, Purworejo dan Kebumen yang dijual dengan harga jauh lebih murah.Bila harga jual harga batu bata merah asal Bantul dan sekitarnya Rp 400/biji. Harga batu bata luar daerah dijual dengan harga Rp 350/biji. Namun ada pula yang dijual dengan harga yang sama.
(jon/)











































