BRR Bingung Soal Izin Reaktor Nuklir
Sabtu, 29 Jul 2006 08:36 WIB
Jakarta - Munculnya izin yang membolehkan Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Nangroe Aceh Darussalam (NAD)-Nias untuk mengimpor 190 jenis produk termasuk kendaraan tempur dan reaktor nuklir, menimbulkan tanda tanya di dalam BRR sendiri. BRR merasa heran atas pemberian izin itu."Kami heran dan bingung terkait izin tersebut, karena kami tidak tahu sama sekali," kata Sekretaris BRR, T Kamaruzzaman kepada detikcom, Sabtu (28/7/2006). Menurutnya, BRR tidak memiliki kepentingan dan manfaat mendatangkan kendaraan tempur dan reaktor nuklir itu. "Apa urusannya reaktor nuklir dan kendaraan lapis baja dengan BRR?," tanyanya."Kalau buldozer dan eskavator masih ada kaitannya dengan BRR. Itupun BRR tidak bisa begitu saja mendatangkan karena BRR cuma memfasilitasi saja. Yang meminta barang-barang itu kan petugas yang mengurusi masalah teknis," tandasnya.Hal senada juga diungkapkan William Syahbuddin, kepala Perwakilan BRR Nias. "Kalau mendatangkan barang-barang yang tidak berkaitan langung seperti kendaraan lapis baja, saya tidak tahu. Tapi yang pasti kami tidak akan mendatangkan atau merekomendasikan barang-barang seperti itu," katanya.
(mar/)











































