AS Mulai Marah dengan Israel

AS Mulai Marah dengan Israel

- detikNews
Sabtu, 29 Jul 2006 05:38 WIB
Libanon - Amerika Serikat (AS) yang tadinya terus mendukung serangan Israel ke Libanon kali ini mulai berubah pikiran. Negara adidaya itu mulai kesal dengan sikap Israel terhadap serangan ke Libanon. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan pernyataan Israel yang akan terus menyerang Libanon, sebagai hal yang berlebihan. "Amerika Serikat akan berusaha keras untuk mencari jalan perdamaian langgeng guna mengakhiri konflik ini," kata juru bicara Deplu AS, seperti dikutip BBC, Sabtu (29/7/2006).Israel terus melanjutkan serangan terhadap Libanon, dengan melancarkan 130 serangan udara. Sasaran yang dilaporkan diserang termasuk daerah timur Lembah Bekaa, kota Nabatiya di selatan, dan jalan-jalan di daerah Tenggara.Sekitar 420 warga Libanon, kebanyakan penduduk sipil dikukuhkan tewas sejak konflik dimulai lebih dari dua minggu lalu.Di pihak Israel, 51 warga tewas - 18 diantaranya penduduk sipil, kebanyakan karena tembakan roket yang dilakukan oleh kelompok Hezbollah. Israel melakukan serangan setelah Hezbollah menawan dua tentara Israel dalam serangan lintas batas 12 Juli lalu.Pesawat tempur Israel menghantam sasaran di Libanon sudah memasuki hari ke-17, serangan yang telah menciptakan gelombang pengungsi ratusan ribu orang.Perdana Menteri Inggris Tony Blair telah tiba di Washington guna mengadakan pembicaraan dengan Presiden AS George W Bush. Pertemuan dilangsungkan di tengah tekanan yang semakin kuat terhadap Amerika Serikat dan Inggris guna menyerukan adanya gencatan senjata antara Israel dan Libanon.Dalam pembicaraan internasional di Roma, Amerika Serikat, Inggris, dan kekuatan lain di kawasan menyerukan gencatan senjata secepat-cepatnya. Namun mereka tidak menyerukan gencatan segera. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads