Keluarga Tersangka Penganiayaan Taruna Akpol Shock

Keluarga Tersangka Penganiayaan Taruna Akpol Shock

- detikNews
Jumat, 28 Jul 2006 21:50 WIB
Palembang - Keluarga Septa, salah satu tersangka penganiayaan Hendra Saputra di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, mengaku shock dengan hukuman yang diterima Septa. Mereka yakin Septa tidak terlibat penyiksaan teman satu daerahnya itu. "Sudah ditutup-tutupi, tapi tahu dari televisi. Ibu langsung nangis. Sampai sekarang kalau ingat Asep (panggilan Septa), ibu pasti nangis. Ibu itu dengan Asep mau latihan nyelam saja nangis. Ibu takut kalau Asep tenggelam," kata Yuni, kakak Septa, kepada pers, di kediaman keluarga mereka di kawasan Dwikora, Palembang, Jumat (28/7/2006).Sang ibunda adalah Marmah Halim, seorang janda veteran 45. Suaminya (alm) Abdul Halim, meninggal dunia saat Septa berusia 8 tahun.Janda muda ini kemudian menghidupi 10 anaknya dengan membuka warung manisan di depan rumahnya. "Kami bersaudara bersama-sama memenuhi kebutuhan hidup sekeluarga. Rasanya sangat sedih dengan cobaan ini," kata Edi, kakak Septa.Sebelum masuk Akpol, Septa lulusan SMA 11 angkatan 1998 ini pernah bertugas di satuan polisi jalan raya (PJR) Polda Sumsel, seusai menerima pendidikan di SPN Betung 1999/2000. Hendra kelahiran Palembang 29 September 1980 ini akhirnya diterima di Akpol."Pukul 13.30 Rabu (26/7/2006) Asep sempat SMS. Dia tidak terima vonis bersalah yang menimpa dirinya lantaran dia tidak ikut insiden itu. Dia minta keadilan dan dicarikan pengacara. Itu susahnya, kita bukan orang berada yang bisa sewa pengacara," kata Edi. (asy/)


Berita Terkait