Paman Keluarga Kalideres Disebut Punya Kecenderungan Klenik Sejak Mahasiswa

ADVERTISEMENT

Paman Keluarga Kalideres Disebut Punya Kecenderungan Klenik Sejak Mahasiswa

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 17:15 WIB
Dugaan penyebab kematian satu keluarga di Kalideres sudah diketahui. Ini adalah TKP penemuan empat mayat di Kalideres, Jakarta Barat.
Rumah keluarga tewas di Kalideres. (Rumondang N/detikcom)
Jakarta -

Pakar sosiologi agama Jamhari MA mengatakan bahwa sejumlah ayat dan mantra-mantra ditemukan di rumah keluarga tewas di Kalideres. Jamhari menyebut korban Budiyanto Gunawan (68) sebagai paman dalam keluarga itu mempunyai kecenderungan perdukunan sejak mahasiswa.

"Ada juga ayat-ayat yang tertulis dalam kertas itu ayat yang biasa dipakai untuk mencari kesejahteraan ataupun kekuatan batin dalam mengarungi hidup," kata Jamhari dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2022).

"Ini mungkin dengan apa yang disampaikan temuan dari psikologi tadi bahwa ada dari keluarga tersebut, terutama dari Bapak Budi Gunawan, yang mempunyai kecenderungan klenik dan perdukunan sejak mahasiswa," imbuhnya.

Jamhari mengatakan ritual-ritual yang dilakukan keluarga itu bukan sesuatu yang aneh. Dia menyebut ritual itu juga sering dilakukan di masyarakat umum.

"Ini sesungguhnya ritual-ritual yang dilakukan oleh keluarga ini, itu juga sesungguhnya bukan aneh, karena orang di luar sekte pun atau orang kebiasaan biasa pun juga melakukan ritual-ritual yang seperti yang dilakukan keluarga ini," sebut dia.

Mantra-mantra yang digunakan oleh keluarga tersebut, kata Jamhari, bukanlah yang spesial. Dia menekankan mantra itu bukan menunjukkan sekte tertentu.

"Misalnya tadi digunakan ayat (Surah) Yusuf untuk mencari jodoh dan seterusnya juga dilakukan oleh kebanyakan orang. Jadi ini adalah bukan mantra atau wafak yang spesial menunjukkan sekte tertentu," sebut dia.

Lebih lanjut, Jamhari mengatakan keluarga yang tewas itu adalah orang-orang yang wajar. Dia menilai keluarga Kalideres ini melakukan ritual keagamaan untuk pengobatan.

"Saya berpendapat bahwa mereka adalah orang-orang wajar, orang-orang normal yang mungkin saja mereka melakukan ritual keagamaan untuk mendapatkan kesembuhan karena mereka sedang sakit atau juga untuk membantu masalah yang sedang dihadapi, misalnya mencari jodoh atau yang lain," jelasnya.

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

Simak Video: Polisi Tak Temukan Tindak Pidana di Kasus Tewasnya Satu Keluarga Kalideres

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT