Matahari Tewaskan 60 Ribu Orang Tiap Tahun
Jumat, 28 Jul 2006 14:40 WIB
Jakarta - Matahari menerangi bumi dengan cahayanya. Namun matahari juga mendatangkan kematian bagi umat manusia. Setidaknya 60 ribu orang di seluruh dunia meninggal tiap tahun akibat kebanyakan terkena sinar matahari. Kebanyakan dari mereka tewas karena mengidap kanker kulit yang ganas. Sekitar 90 persen dari kanker kulit itu disebabkan oleh sinar ultraviolet sang surya.Demikian hasil studi terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti diberitakan Fox News, Jumat (28/7/2006). Ini merupakan laporan detail pertama mengenai dampak global sinar matahari.WHO menyatakan, sekitar 48 ribu kematian terjadi setiap tahun akibat penyakit kanker kulit jenis melanoma ganas. Sedangkan 12 ribu kematian lainnya diakibatkan oleh jenis kanker kulit lainnya."Kita semua membutuhkan sinar matahari, namun terlalu banyak sinar matahari bisa berbahaya dan bahkan mematikan," kata Maria Neira, Direktur Kesehatan Publik dan Lingkungan WHO dalam pers rilis."Sayangnya, penyakit-penyakit akibat ultraviolet seperti melanoma ganas, kanker kulit lainnya dan katarak nyaris tidak bisa dicegah dengan langkah-langkah perlindungan yang simpel," imbuhnya.Sinar ultraviolet memang dibutuhkan untuk mengaktifkan produksi vitamin D dalam tubuh. Namun terlalu sering terkena ultraviolet akan meningkatkan risiko kanker kulit serta kondisi lainnya, seperti kulit terbakar, penuaan kulit dan katarak.Karena itu WHO menyarankan agar orang-orang menggunakan tabir surya dengan kandungan setidaknya SPF 15 serta menghindari berjemur di bawah sinar terik matahari."Pemakaian tabir surya hendaknya tidak digunakan supaya bisa berlama-lama terkena sinar matahari. Melainkan untuk melindungi kulit ketika tak bisa menghindari dari sinar matahari," demikian saran WHO dalam laporannya.
(ita/)











































