Menhan: Stop Konyol-konyolan!
Jumat, 28 Jul 2006 14:40 WIB
Jakarta - Konyol! Kata yang terlontar dari Menhan itu bak menjadi bola panas di DPR. Komentar pedas bertaburan. Namun Menhan tak sudi berlarut-larut. Konyol-konyolan harus distop."Saya tidak mau komentar lagi, selesai di situ," cetus Menhan Juwono Sudarsono usai salat Jumat di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (28/7/2006).Menhan kemudian mengajak Ketua DPR Agung Laksono membenahi persoalan di lingkungan masing-masing."Saya menangani korupsi di Dephan dan Mabes TNI. Beliau (Agung) supaya lebih banyak konsentrasi pada korupsi dalam DPR," ujarnya."Saya juga tidak mau konyol mengomentari DPR dan DPR jangan konyol mengomentari keadaan di Dephan. Mari kita membenahi masing-masing, di mana ada penyelewengan di tiap-tiap bidang kerja kita, kita benahi masing-masing tanpa banyak komentar dari luar," ujar Menhan.Menurutnya, mengomentarari masalah di lembaga lain sangat mengganggu kerja dan ironis sekali. "DPR yang disorot masyarakat terutama anggaran reses malah mempersoalkan penggunaan dana di tempat lain," sindir Menhan.Cekcok mulut antara Menhan dengan Ketua DPR Agung Laksono berawal pada 24 Juli 2006. Agung meminta agar TNI tidak menutup-nutupi hasil penyelidikan Puspom TNI AD mengenai kasus penemuan senjata di kediaman mendiang Waaslog KSAD Brigjen TNI Koesmayadi.Menhan kemudian menganggap komentar Agung konyol. "Percayakan pada Puspom TNI tanpa komentar-komentar konyol dari Ketua DPR," cetus Juwono saat itu.
(aan/)











































