RK Akan Minta Bukti Foto Cegah Penyalahgunaan Dana Bantuan Gempa Cianjur

ADVERTISEMENT

RK Akan Minta Bukti Foto Cegah Penyalahgunaan Dana Bantuan Gempa Cianjur

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 14:48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil kunjungi lokasi gempa Cianjur (Dok. Kemenko PMK)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil kunjungi lokasi gempa Cianjur. (Dok. Kemenko PMK)
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bakal meminta foto bukti renovasi rumah korban gempa yang menggunakan dana bantuan pemerintah. Hal itu dilakukan agar dana bantuan tak disalahgunakan.

Ridwan Kamil menyebut bantuan itu bakal diberikan bertahap sebanyak 40% terlebih dahulu. Kemudian warga diminta memberikan bukti dokumentasi pengerjaan renovasi.

"Jadi dari uang itu cuma 40% dulu. Mana buktinya, sudah jadi barang apa belum? Mana fotonya?" Kata Kang Emil kepada wartawan, Jumat (9/12/2022).

Setelah menyertakan bukti dokumentasi, kata Kang Emil, barulah kemudian bantuan tahap selanjutnya bisa dicairkan. Ridwan Kamil menyinggung cerita Presiden Jokowi yang mendapat laporan dana bantuan renovasi rumah malah jadi motor.

"Karena ada kejadian dulu, kata Pak Presiden kan, dicairkan penuh malah jadi motor bukan jadi rumah," tutur Kang Emil.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah warga terdampak gempa bumi Cianjur. Jokowi mengingatkan bantuan perbaikan rumah tidak dipakai untuk membeli mobil dan motor.

Hal itu disampaikan Jokowi di Lapangan Tembak Tapal Kuda Yonif Raider 300, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, seperti dalam keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (8/12/2022). Jokowi menjelaskan uang bantuan tersebut nantinya bisa diambil oleh warga secara bertahap.

Mekanisme tersebut dilakukan agar uang bantuan betul-betul bisa dimanfaatkan masyarakat 100 persen untuk pembangunan rumahnya. Jokowi tidak ingin bantuan itu digunakan bukan untuk kepentingan lainnya.

"Pengalaman kita di provinsi yang lain, diberikan semua, diambil semua, tidak jadi barang, tidak jadi rumah. Ada yang justru jadi sepeda motor. Oleh sebab itu, jangan kejadian itu di Cugenang, di Cianjur. Uang yang sudah diberikan agar 100 persen dipakai untuk perbaikan rumah yang kita miliki," kata Jokowi.

Jokowi berharap warga bisa segera memulai pembangunan rumah. Pembangunan bisa dimulai dengan pembersihan puing-puing.

"Titipan saya agar pembangunannya segera dimulai, rumah-rumah yang runtuh segera dibersihkan dari puing-puing. Batu batanya yang bisa dipakai dibersihkan dipakai lagi. Kayunya yang bisa dipakai juga agar bisa dipakai lagi," kata Jokowi.

Bantuan Ditambah

Pada penyerahan bantuan tahap pertama tersebut, diserahkan sekitar 8.100 bantuan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa. Jokowi menambah nilai bantuan bagi warga berdasarkan tingkat kerusakan rumah masing-masing menjadi Rp 60 juta, Rp 30 juta, dan Rp 15 juta.

"Tadi malam hitung-hitung lagi, tadi pagi saya sudah juga menyampaikan ke Menteri Keuangan, ada uang atau tidak? Ternyata ada sedikit sehingga saya putuskan yang Rp 50 juta akan menjadi Rp 60 juta, yang Rp 25 juta akan menjadi Rp 30 juta, yang Rp 10 juta akan menjadi Rp 15 juta," ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi juga meminta masyarakat mengikuti konstruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam membangun rumahnya. Hal tersebut penting mengingat Indonesia berada pada kawasan cincin api atau ring of fire sehingga rawan bencana.

"Kita harus menyadari kita ini berada di garis cincin api, baik di Sumatra, di Jawa, Bali, NTB, NTT, semuanya ke sana itu. Oleh sebab itu, sekali lagi saya ingatkan agar rumah yang dibangun adalah rumah yang tahan gempa. Jadi kolomnya itu memang dibuat khusus. Silakan nanti ditanyakan ke Kementerian PU," paparnya.

(mha/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT