Komnas Anak Banten: 20 Bayi Dibuang Sepanjang 2022, 11 Tewas

ADVERTISEMENT

Komnas Anak Banten: 20 Bayi Dibuang Sepanjang 2022, 11 Tewas

Aris Rivaldo - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 13:42 WIB
Mother holding newborn baby boy on her knees, closeup
Ilustrasi bayi (Getty Images/iStockphoto/CokaPoka)
Jakarta -

Komisi Nasional (Komnas) Anak Banten mencatat 20 bayi dibuang sepanjang 2022 di Banten. Sebelas di antaranya ditemukan dalam kondisi tewas.

"Sepanjang 2022, ada 20 kasus ditemukannya bayi telantar yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Banten," kata Ketua Komnas Anak Banten Hendri Gunawan, Jumat (9/12/2022).

"Dari jumlah itu, 11 bayi meninggal, dan 9 di antaranya masih hidup," imbuh Hendri.

Gunawan menjelaskan 20 bayi ini ditemukan di beberapa wilayah. Dia lalu menyoroti kasus pembuangan bayi di Kabupaten Serang.

"Dari 20 kasus tersebut, 1 bayi ditemukan di Kota Serang, 7 bayi di Kabupaten Serang, 6 bayi di Kota Tangerang, 3 bayi di Kota Tangsel, 1 bayi di Pandeglang, dan 2 di Lebak. Untuk kasus meninggal terjadi di Kota Serang, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang," ungkapnya.

Gunawan mengatakan pelaku atau orang tua yang membuang bayi kebanyakan masih berusia remaja. Menurutnya, bayi yang dibuang hasil hubungan di luar pernikahan.

"Dari beberapa kasus yang didampingi langsung oleh Komnas Anak, ini terjadi lantaran ibu si bayi yang masih berusia anak-anak dan remaja. Malu atas kelahiran bayi tersebut," terangnya.

"Kelahiran yang tidak direncanakan disebabkan oleh hubungan di luar nikah, akibat pergaulan bebas dan luput dari pengawasan orang tua," sambung Hendri.

Ia mengatakan peristiwa ini harus menjadi perhatian semua kalangan baik dari pemerintah, masyarakat, dan orang tua. Menurutnya, dalam undang-undang, masyarakat punya peran dalam memberikan perlindungan kepada anak.

"Ini tentu perlu menjadi perhatian kita semua, dalam Pasal 72 Undang-Undang Perlindungan Anak dalam ayat 1 disebutkan bahwa masyarakat berperan serta dalam perlindungan anak, baik secara perseorangan maupun kelompok," ujar Hendri.

"Jadi sudah saatnya masyarakat bahu membahu, bekerja sama untuk bisa bergerak menyuarakan perlindungan anak," pungkas dia.

Lihat juga video 'Aksi Keji Karyawan Pabrik Majalengka, Rendam Bayi di Tempat Sampah':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT