Nasihat Ibunda ke Erina Saat Prosesi Sungkeman: Jadilah Keluarga Bahagia

ADVERTISEMENT

Nasihat Ibunda ke Erina Saat Prosesi Sungkeman: Jadilah Keluarga Bahagia

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 10:27 WIB
Erina Sungkeman ke Ibunda
Erina Sungkeman ke Ibunda (Foto: 20detik)
Sleman -

Ibunda Erina Gudono, Sofiatun Gudono, menyampaikan nasihat dalam prosesi sungkeman menjelang acara pernikahan. Sofiatun Gudono mendoakan Erina menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia dan rukun.

"Tumbuhlah terus menjadi keluarga yang bahagia, hidup rukun bersama, saling membantu penuh dengan kasih sayang," kata Sofiatun di kediamannya di Sleman, DIY, Jumat (9/12/2022).

Sofiatun Gudono bersyukur dirinya dapat menunaikan kewajiban sebagai orang tua mengantar Erina menuju kehidupan rumah tangga. Dia mengenang masa-masa merawat Erina sejak kecil.

"Kini engkau mulai belajar mandiri. Bukanlah untuk berpisah tetapi untuk saling menyayangi berdampingan dalam kewajiban membina rumah tangga," ujar Sofiatun.

Sofiatun bangga kepada Erina. Dia menyebut Erina sebagai sosok yang selalu menghadirkan kebahagiaan.

"Ibu bangga kepadamu Erina yang selama ini banyak menghadirkan kebahagiaan dari mulai lahir sampai sekarang dan mudah-mudahan sampai akhir hayat. Mama tetap sayang padamu dan suamimu nanti sampai akhir hayat," ujar Sofiatun.

Sungkeman ini dilakukan Erina usai prosesi majang pasaraean. Majang pasarean adalah prosesi menata tempat tidur pengantin perempuan.

Prosesi majang pasarean ini dilakukan Erina bersama ibunda; Istri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Hemas; istri Paku Alam X, GKBRAy Atika Purnomowati, istri Mensesneg Pratikno, Siti Faridah Pratikno, Sutati Muhaimin, Zulaikha Surenggane, dan Nyai Hj Fatimatuz Zahro.

Sebelumnya, kakak laki-laki dan ibunda Erina juga melakukan prosesi majang tarub dan masang bleketepe. Selain itu, mereka juga memasang tuwuhan yakni pemasangan 'ubo rampe' pelengkap prosesi pernikahan. Tuwuhan dipasang di kanan kiri pintu masuk kediaman mempelai.

Usai memasang bleketepe, kakak laki-laki Erina dan ibunya melakukan prosesi cethik geni dan adang sepisan. Di sini, keduanya secara simbolis menanak nasi dan menyalakan api untuk membakar kayu.

(knv/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT