Babak Baru Kasus Mayor Paspampres dan Kowad Kostrad Dijerat soal Asusila

ADVERTISEMENT

Babak Baru Kasus Mayor Paspampres dan Kowad Kostrad Dijerat soal Asusila

Tim detikJateng - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 07:38 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Foto: Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (dok. screenshot video YouTube Puspen TNI).
Jakarta -

Kasus Mayor Paspampres dan perwira pertama Komando Wanita AD (Kowad) Kostrad memasuki babak baru. Sempat heboh karena aduan pemerkosaan, kini terungkap kedua anggota TNI itu diduga melakukan tindakan asusila karena suka sama suka.

Informasi terbaru mengenai hasil pemeriksaan kasus itu disampaikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa seperti dikutip dari detikJateng, Jumat (9/12/2022).

"Dari hasil pemeriksaan atau pengembangan baru yang menyatakan atau yang mengindikasikan, ini tidak dilakukan dengan paksaan. Artinya suka sama suka, dan beberapa kali," kata Jenderal Andika.

Andika mengatakan dari laporan awal kasus Mayor Paspampres dengan perwira Kowad Kostrad itu adalah pemerkosaan. Namun, setelah mengusut kasus itu pihaknya tidak menemukan adanya unsur tersebut.

"Memang dugaan awal sesuai laporan dari yang diduga korban adalah tindak pidana pemerkosaan. Dari awal kita memeriksa Mayor BFH ini dengan dugaan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan," kata Andika.

"Tetapi dalam pemeriksaan kami, kedua belah pihak yang tadinya dianggap sebagai korban yang melaporkan, perkembangannya berbeda, karena sangat besar kemungkinan tidak ada korban. Jadi sangat besar kemungkinan dua-duanya adalah pelaku atau tersangka," sambung dia.

Dari pemeriksaan ini, pasal tentang pemerkosaan pun gugur. Pihaknya kini menerapkan pasal asusila.

"Sehingga pasal yang tadinya kita gunakan 285 tentang pemerkosaan, menjadi pasal 281 tentang asusila," ucapnya.

Andika mengatakan dengan fakta baru ini, perwira Kowad Kostrad itu juga sudah ditahan. Perwira Kowad Kostrad itu pun terancam pidana asusila.

Baca berita selengkapnya di sini.

Simak video 'Update Kasus Mayor Paspampres-Kowad Kostrad Usai Dilakukan Pemeriksaan':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT