Kalla Tak Lupakan NU-nya
Jumat, 28 Jul 2006 13:15 WIB
Surabaya - Meski menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar, Jusuf Kalla mengaku tidak akan meninggalkan Nahdlatul Ulama (NU). Kalla meminta semua politikus kader NU juga tidak melupakan NU-nya.Pria yang juga menjabat sebagai wapres ini mencontohkan, kedatangannya ke Surabaya bukan karena faktor jabatan yang disandang sebagai ketua umum parpol maupun yang lain, namun karena dirinya merasa terpanggil sebagai orang NU."Saya tadi datang dari Jakarta bersama-sama dengan Saudara Muhaimin Iskandar dan Pak Alwi Shihab," kata Kalla disambut tepuk tangan warga NU dan alim ulama yang mengikuti pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di GOR Kertajaya, Surabaya, Jumat (28/7/2008)."Saya dengan beliau dikatakan tiga ketua. Satu bekas ketua umum, satu ketua umum, dan saya juga ketua umum partai," ujar Kalla merujuk pada Alwi Shihab sebagai mantan ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum PKB.Dengan kerukunan yang terjadi itulah, Kalla memita kepada semua pihak untuk bersatu membesarkan NU ke depan yang lebih bisa mengayomi umat. "Kita datang ke Surabaya bukan karena kita ketua umum. Tapi karena kita sebagai orang NU," tegas Kalla yang langsung disambut aplus meriah dari hadirin."Itulah yang namanya persatuan. Karena orang NU ada di mana-mana, tapi dia juga tidak pernah meninggalkan NU. Karena itu penting apa yang disampaikan Kiai Sahal (Rois Aam PBNU KH Sahal Mahfud), kembalilah ke keingingan selalu untuk mempersatukan kita semua," demikian Kalla. Pancasila Sudah FinalKalla juga menyatakan dasar negara Pancasila di negeri ini sudah final. Karena dengan Pancasila semua kehidupan bisa berjalan normal seperti apa adanya."Begitu lengkap dan harmoninya bangsa ini. Begitu kuatnya persatuan kita. Sehingga banyak yang mempertanyakan tentang hak-hak, seperti syariat Islam. Sebenarnya, kata Jusuf Kalla, dalam bangsa ini semua berjalan dan akan tetap berjalan sesuai dengan apa adanya," pidato Kalla."Tidak ada satu pun ajaran Islam yang tidak berjalan di negeri ini dengan Pancasila sebagai dasarnya. Kita memegang teguh hal-hal tersebut," katanya. "Sehingga orang-orang menanyakan syariat Islam perlu ditegakkan, saya kira agak ketinggalan. Karena kita menegakan dan akan tetap menegakkan syariat Islam," kata demikian Jusuf Kalla.
(sss/)











































