Polisi Tangkap 4 Pelajar yang Bacok Korban dengan Celurit di Lebak

ADVERTISEMENT

Polisi Tangkap 4 Pelajar yang Bacok Korban dengan Celurit di Lebak

Fathul Rizkoh - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 23:08 WIB
ilustrasi tawuran
Ilustrasi Tawuran (Edi Wahyono/detikcom)
Lebak -

Empat pelajar dari SMKN 2 Rangkasbitung diciduk polisi karena menjadi pelaku tawuran di Desa Pasir Tanjung, Rangkasbitung, Lebak, Banten. Pelaku juga diduga menganiaya pelajar lain dan membuat korban terkena luka bacok.

"Iya kasus pembacokan kemarin ada empat orang pelakunya. Dugaan tindak pidana kekerasan atau penganiayaan," kata Kapolres Lebak AKBP Wiwin Setiawan saat dimintai keterangan, Kamis (8/12/2022).

Empat pelaku itu berinisial YM (20) selaku alumni serta DA (19), AW (19), dan MIF (18) selaku pelajar SMKN 2 Rangkasbitung. Pada saat insiden terjadi, mereka membawa senjata tajam, seperti celurit, golok, dan pisau, serta katapel.

Kata Wiwin, pelaku pembacokan adalah YM. Ia membacok seorang pelajar dari SMK Tekpem Yayasan Miskykatul Azkiya Rangkasbitung.

"Korban posisinya dibonceng, dari arah belakang korban dibacok atau disabet, lalu dikeroyok oleh beberapa orang menggunakan senjata tajam jenis celurit oleh rombongan anak SMKN 2 Rangkasbitung," sambungnya.

Saat ini keempat pelaku sudah diamankan polisi berikut barang bukti senjata tajamnya. Keempat pelaku disangkakan Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan hukuman 5 tahun penjara, Pasal 170 ayat 2 dengan hukuman 9 tahun penjara, Pasal 354 KUHP dengan hukuman 8 tahun.

Kronologi Aksi Tawuran

Kasat Reskrim Polres Lebak Iptu Andi Kurniandy menjelaskan, aksi tawuran antarpelajar ini terjadi pada (7/12), sekitar pukul 10.00 WIB. Dua kelompok pelajar dari dua sekolah berbeda sudah berniat melakukan tawuran.

Di lokasi, kelompok pelajar dari SMK Tekpem Yayasan Miskykatul Azkiya Rangkasbitung kalah jumlah dan berniat untuk kabur. Pelajar dari SMKN 2 Rangkasbitung kemudian mencoba mengejar.

Pelaku yang membawa senjata tajam dengan spontan melakukan pembacokan kepada korban berinisial A (16) yang berada paling belakang.

"Ini rencana mau tawuran tapi karena kalah jumlah, korban (SMK Tekpem) lari dan dikejar (SMKN 2)," jelasnya.

"Spontanitas karena dia (YM dari SMKN 2 Rangkasbitung) bawa senjata tajam terus lihat lawan dia (dan dibacok)," sambungnya.

(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT