Warga Prambanan Demo Jadup
Jumat, 28 Jul 2006 13:06 WIB
Yogyakarta - Demo soal tidak meratanya dana bantuan jaminan hidup (jadup ) atau living cost masih marak di Yogyakarta. Warga Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, hari ini menggelar aksi menuntut segera dicairkannya dana bantuan rehabilitasi pembangunan rumah korban gempa.Aksi itu digelar di halaman kantor Kecamatan Prambanan, Jl Raya Yogya-Solo, Km 17, Jumat (28/7/2006). Aksi tersebut berlangsung sejak pukul 09.30 WIB hingga 10.30 WIB.Koordinator aksi Wagiran di sela-sela aksi kepada wartawan mengatakan, hampir 80 persen warga Desa Sumberharjo merupakan korban gempa 27 Mei lalu. Kondisi rumah sebagian besar warga mengalami rusak berat sehingga sampai kini masih tinggal di tenda-tenda darurat. Namun sampai sekarang masih ada warga yang belum menerima jadup."Kami menuntut pemerintah Kecamatan Prambanan untuk memberikan kepastian turunnya dana-dana yang telah dijanjikan pemerintah termasuk dana bantuan pembangunan rumah," katanya.Menurut dia, meski dana jadup sudah ada yang diberikan kepada warga Sumberharjo, namun jumlah yang dibagikan tidak merata. Dari 8.500 jiwa, hanya 40 persen saja yang sudah menerima. Selebihnya belum menerima. "Itu pun juga tidak utuh Rp 90 ribu untuk masing-masing jiwa tapi hanya menerima separo dengan alasan pemerataan," katanya.Dia mengatakan warga juga menuntut pemberian dana santuan kepada keluarga korban gempa yang meninggal dunia. Dana bantuan untuk mengganti perabotan rumah yang rusak, dana pembelian pakaian dan pembangunan rumah juga belum turun. "Kami meminta sudah ada kepastian," ujar dia.Khusus untuk warga Dusun Nglepen yang berjumlah 34 Kepala Keluarga (KK), semua meminta untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman yakni di tanah kas milik desa. Sebab sebagian tanah yang ditempati saat terjadi gempa terbelah dan turun beberapa meter. Setelah berorasi dan menyampaikan semua uneg-unegnya, warga kemudian diterima langsung oleh Kepala Camat Prambanan, Syaiful Hamid. Dialog bersama muspika dan warga dilakukan di dekat kantor karena sebagian besar gedung di kecamatan Prambanan ikut rusak.Menurut Syaiful, maalah dana jadup semuanya sudah disalurkan kepada warga korban gempa di Prambanan. Namun diakui ada beberapa warga yang tidak menerima jadup berdasarkan kepetusan tim Bakornas Sleman. Sedang santunan kepada keluarga yang meninggal dunia juga sudah diberikan. "Silakan cek kepada keluarga korban yang meninggal," tegas Syaiful.Namun untuk dana rekonstruksi rumah, menurut dia, sampai sekarang memang belum turun dari Kabupaten Sleman. Pada hari ini baru dirapatkan dengan Bupati Sleman, tim Bakornas dan semua kepala kecamatan di kantor kabupaten di Beran. "Untuk masalah dana rekonstruksi saya meminta maaf karena tidak bisa menjawab atau memberikan jawaban yang memuaskan karena baru hari ini dirapatkan di kabupaten. Namun aspirasi Anda akan kami sampaikan," katanya.Seusai mendengarkan jawaban dari Syaiful, warga kemudian membubarkan diri dengan sepeda motor masing-masing. Namun warga tetap akan menunggu hasil keputusan rapat di kabupaten mengenai dana rehabilitasi rumah. "Kami akandatang lagi minggu depan untuk kepastian dana rehabilitasi rumah," kata Wagiran.
(nrl/)











































