Australia Wanti-wanti Warganya yang ke Indonesia soal KUHP Baru

ADVERTISEMENT

Australia Wanti-wanti Warganya yang ke Indonesia soal KUHP Baru

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 20:21 WIB
bendera Australia
Bendera Australia (Internet)
Jakarta -

Pemerintah Australia mewanti-wanti warganya yang hendak berkunjung ke Indonesia. Pemerintah Australia mengeluarkan peringatan berkaitan dengan disahkannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.

Peringatan pemerintah Australia kepada warga negaranya ini disampaikan lewat situs resmi pemerintah https://www.smartraveller.gov.au/destinations/asia/indonesia. Salah satu aspek yang diperingatkan adalah soal pengesahan KUHP baru.

"DPR Indonesia telah mengesahkan revisi KUHP, yang mencakup hukuman untuk kohabitasi dan seks di luar nikah," tulis pemerintah Australia dalam situs tersebut seperti dilihat detikcom, Kamis (8/12/2022).

Namun pemerintah Australia menyampaikan bahwa aturan dalam KUHP tersebut belum akan berlaku. Aturan itu akan berlaku setelah 3 tahun.

"Revisi ini tidak akan berlaku selama tiga tahun," lanjut pemerintah Australia.

Selain itu, Pemerintah Australia juga mewanti-wanti warga negaranya soal kondisi alam di Indonesia. Salah satunya yakni kondisi Gunung Semeru di Jawa Timur yang masuk level IV atau awas.

"Indonesia telah meningkatkan kewaspadaan Gunung Semeru di dekat Kota Lumajang, Jawa Timur, ke level tertinggi Level IV (Awas), menyusul sejumlah letusan pada 4 Desember 2022. Beberapa desa telah dievakuasi dan zona eksklusi tetap berlaku. Hindari area tersebut dan ikuti saran dari otoritas setempat," ucap Pemerintah Australia.

Berikut ini peringatan Pemerintah Australia terhadap warga negaranya:

- DPR Indonesia telah mengesahkan revisi KUHP, yang mencakup hukuman untuk kohabitasi dan seks di luar nikah. Revisi ini tidak akan berlaku selama tiga tahun.
- Indonesia telah meningkatkan kewaspadaan Gunung Semeru di dekat Kota Lumajang, Jawa Timur, ke level tertinggi Level IV (Awas), menyusul sejumlah letusan pada 4 Desember 2022. Beberapa desa telah dievakuasi dan zona eksklusi tetap berlaku. Hindari area tersebut dan ikuti saran dari otoritas setempat.
- Periksa persyaratan visa, masuk dan vaksinasi terbaru dengan penyedia perjalanan Anda atau Kedutaan atau Konsulat Indonesia terdekat sebelum perjalanan.
- Anda harus sudah menerima kursus vaksin COVID-19 awal lengkap (biasanya 2 dosis) untuk masuk ke Indonesia. Anak-anak di bawah 18 tahun tidak wajib divaksinasi untuk masuk ke Indonesia; namun, untuk perjalanan domestik, persyaratan vaksinasi dan booster lebih lanjut berlaku untuk orang dewasa dan anak-anak berusia antara 6 dan 17 tahun.

Simak Video: Turis Asing Soroti Pasal Zina KUHP Baru, Menkumham Beri Penjelasan

[Gambas:Video 20detik]




(maa/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT