Cerita Zulhas Pernah Ditelepon Jokowi 9 Kali Sehari: Seperti Minum Obat

ADVERTISEMENT

Cerita Zulhas Pernah Ditelepon Jokowi 9 Kali Sehari: Seperti Minum Obat

Adrial Akbar - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 19:31 WIB
Mendag Zulkifli Hasan
Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas mengaku dalam sehari pernah ditelepon sembilan kali oleh Presiden Jokowi. Hal itu karena tugasnya sebagai Mendag, yang mengurusi soal harga bahan pangan.

Hal itu disampaikan Zulhas kala menanggapi hasil survei Poltracking yang menyatakan 73,2% responden puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin. Ia pun tak kaget atas tingginya hasil survei tersebut karena Presiden Jokowi yang selalu meminta para menterinya bekerja optimal.

"Kita ini bisa ditelepon seperti minum obat. Pagi ditelepon, siang ditelepon, malam ditelepon. Bisa begitu. Saya pernah suatu hari ditelepon 9 kali. Pernah tuh satu hari," ujarnya saat rilis Survei Poltracking Indonesia secara virtual, Kamis (8/12/2022).

Zulhas mengungkap Presiden Jokowi terus memicu semua menteri untuk bekerja secara maksimal. Salah satunya adalah kementeriannya karena mengurusi urusan kehidupan banyak orang.

"Saya ini baru ya, baru beberapa bulan, 3 bulan 4 bulan. Saya kan juga dulu pernah di menteri. Ini dengan Pak Jokowi ini apalagi menyangkut dengan hajat hidup banyak orang. Sembako ya yang hari-hari," kata Zulhas.

"Jadi memang seluruh menteri saya kira dipicu untuk mempergunakan sepenuh daya, sepenuh pikiran, sepenuh tenaganya untuk bekerja secara optimal. Tentu dengan tim kementeriannya masing-masing," tambahnya.

Survei Kepuasan Kerja Jokowi-Ma'ruf

Sebelumnya, lembaga Poltracking merilis survei kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin. Dalam survei terbaru ini, tren kepuasan kinerja itu mengalami kenaikan jadi di atas 70%.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda awalnya membeberkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah Jokowi-Ma'ruf. Sebanyak 73,7% responden merasa puas, sedangkan 18,3% menyatakan tidak puas. Sisanya mengaku tidak tahu sebanyak 8%.

"Evaluasi kinerja pemerintahan presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, yang kita ukur pertama adalah tingkat kepercayaan, ini standarnya tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan adalah 73,7 persen," kata Hanta Yuda dalam konferensi pers, Kamis (8/12).

Kemudian, survei didalami dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf. Dari indikator itu, didapat tingkat kepuasan kinerja Jokowi-Ma'ruf sebesar 73,2%, sedangkan 19% mengaku tidak puas, sementara tidak tahu 7,8%.

"Kemudian kita bergeser pada pendalaman tingkat kepuasan. Tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan secara keseluruhan yaitu gabungan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin, sebesar 73,2 persen," ujar Hanta Yuda.

"Dan angka ini kalo kita bandingkan dengan survei-survei kami dan beberapa lembaga, ada tren kenaikan. Yang tidak puas 19 persen, yang tidak tahu atau tidak jawab 7,8 persen," lanjutnya.

Lihat juga Video: Zulhas Mau Bawa Nama Ganjar ke KIB, Isu 'Sekoci' Makin Santer

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT