Fix! JakPro Bakal Terima Suntikan Modal Rp 551 Miliar Bangun ITF Sunter

ADVERTISEMENT

Fix! JakPro Bakal Terima Suntikan Modal Rp 551 Miliar Bangun ITF Sunter

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 18:47 WIB
Sampah nampak berceceran di pinggir Jalan Sunter, Jakarta Utara. Hal itu terjadi karena lahan yang akan dibangun fasilitas ITS baru akan dimulai akhir Juli 2019.
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

PT Jakarta Propertindo (JakPro) bakal menerima penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 551 Miliar. Suntikan modal itu akan digunakan untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah atau intermediate treatment facility (ITF) Sunter.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto menyampaikan pemberian PMD telah disepakati oleh DPRD DKI Jakarta dalam APBD 2023. Secara keseluruhan, total nilai investasi yang dibutuhkan JakPro merealisasi proyek ITF Sunter sebesar Rp 5,2 triliun.

"Kalau PMD yang disetujui DPRD kemarin memang hanya untuk Sunter Rp 551 miliar. Itu hanya untuk membiayai project Sunter tahun (depan), tapi kan keseluruhan biaya investasi Rp 5,2 triliun kemarin sesuai permintaan JakPro yang hanya Rp 500 miliaran itu sudah disetujui DPRD," kata Asep Kuswanto kepada wartawan, Kamis (8/12/2022).

Selain dari suntikan modal, JakPro bakal mencari sumber pendanaan lainnya dari pihak swasta. Sejauh ini pemilihan mitra masih berproses.

"Jadi PMD itu hanya sebagai stimulus atau bisa dibilang, pemicu lah untuk kelancaran dari project ITF ini," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi B DPRD DKI Ismail mengatakan pihaknya menolak usulan pembangunan fasilitas pengelolaan sampah atau intermediate treatment facility (ITF) di wilayah lain. Berdasarkan kesepakatan, ITF hanya akan dibangun di wilayah Sunter, Jakarta Utara.

"Ada beberapa kegiatan yang didrop, ini perlu dipertimbangkan kembali visibilitasnya, di antaranya ITF, cuma satu yang disetujui Sunter. Yang lain didrop," kata Ismail di gedung DPRD DKI, Jakarta Selatan, Selasa (29/11).

Diketahui, ada empat usulan pembangunan ITF. Selain di Jakarta Utara, ada di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Usulan itu tercantum dalam permintaan dana Penyertaan Modal Daerah (PMD) yang diajukan oleh JakPro.

Ismail mengatakan ada sejumlah pertimbangan saat menyepakati pembangunan hanya dilakukan di ITF di Sunter. Di antaranya pertimbangan administrasi hingga fisibilitas.

"Pertimbangannya memenuhi, kami ada tiga kriteria, pertama kecukupan administrasi, kecukupan dokumen, ketiga fisibilitas untuk diserap di tahun berjalan 2023," ujarnya.

"Dari pertimbangan itu, akhirnya yang tiga lokasi didrop. (Untuk dana) sekitar Rp 577 miliar," sambung Ismail.

(taa/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT