Termasuk 2 Hakim Agung, Ini 13 Tersangka Perkara Suap di MA

ADVERTISEMENT

Termasuk 2 Hakim Agung, Ini 13 Tersangka Perkara Suap di MA

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 18:46 WIB
KPK menahan hakim agung Gazalba Saleh. Gazalba Saleh merupakan tersangka dalam kasus suap penanganan perkara di lingkungan Mahkamah Agung (MA).
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

KPK menetapkan 13 orang sebagai tersangka kasus suap penanganan perkara di lingkungan Mahkamah Agung (MA). Dua di antaranya merupakan mantan Hakim Agung Sudrajat Dimyati dan Gazalba Saleh.

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengungkapkan, perkara suap itu terjadi pada awal 2022. Kasus diawali adanya perselisihan di lingkup internal koperasi simpan pinjam ID.

Johanis mengatakan tersangka HT, YP, dan ES berperan sebagai pemberi suap. Sementara tersangka GS bersama PN, RN, NA, dan DY berperan sebagai penerima suap.

"Tersangka HT, YP, dan ES sebagai pemberi. Tersangka GS bersama-sama PN, RN, NA, dan DY sebagai penerima," kata Johanis dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta, Kamis (8/12/2022).

Tersangka pemberi suap melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Berikut ini 13 tersangka kasus suap

1. Sudrajad Dimyati (SD) merupakan Hakim Agung pada Mahkamah Agung
2. Gazalba Saleh (GS) merupakan Hakim Agung pada Mahkamah Agung RI
3. Prasetio Nugroho (PN) merupakan Hakim Yustisial, Panitera Pengganti pada Kamar
Pidana MA RI dan Asisten Hakim Agung GS
4. Redhy Novarisza (RN) merupakan Staf Hakim Agung GS
5. Elly Tri Pangestu (ETP) merupakan Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah
Agung
6. Desy Yustria (DY) merupakan PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
7. Muhajir Habibie (MH) merupakan PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
8. Nurmanto Akmal (NA) merupakan PNS Mahkamah Agung
9. Albasri (AB) merupakan PNS Mahkamah Agung
10. Yosep Parera (YP) merupakan pengacara
11. Eko Suparno (ES) merupakan pengacara
12. Heryanto Tanaka (HT) merupakan swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana
13. Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS) merupakan swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana

KPK Tetapkan Gazalba Saleh Tersangka

Gazalba Saleh resmi diumumkan sebagai tersangka kasus suap pada Senin (28/11), namun pada saat itu belum ditahan. Hari itu KPK juga turut mengagendakan pemeriksaan pertama Gazalba sebagai tersangka.

"Informasi yang kami peroleh, benar hari ini (28/11) tim penyidik menjadwalkan pemanggilan pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi di MA," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Hakim agung Gazalba terseret pengembangan OTT KPK yang menjerat hakim agung Sudrajad Dimyati (SD). Selain Gazalba Saleh, KPK turut menetapkan dua orang lain sebagai tersangka. Keduanya adalah Prasetio Nugroho selaku hakim yustisial, panitera pengganti pada Kamar Pidana MA RI, dan Asisten Hakim Agung Gazalba Saleh, serta Redhy Novarisza selaku staf hakim agung.

"Dalam proses penyidikan perkara dengan tersangka SD dan kawan-kawan, KPK kemudian menemukan kecukupan alat bukti mengenai adanya dugaan perbuatan pidana lain dan ditindaklanjuti ke tahap penyidikan dengan menetapkan dan mengumumkan tersangka, Gazalba Saleh, hakim agung pada Mahkamah Agung RI," ucap Karyoto beberapa waktu lalu.

(dek/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT