Kubu Alwi dan Muhaimin Akur di Munas Ulama NU

Kubu Alwi dan Muhaimin Akur di Munas Ulama NU

- detikNews
Jumat, 28 Jul 2006 11:08 WIB
Surabaya - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Musyawarah Besar (Mubes) Nahdlatul Ulama (NU) resmi dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dua kubu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yaitu kubu Muhaimin Iskandar dan Alwi Shihab-Choirul Anam menghadiri pembukaan acara ini. Acara yang dihadiri para ulama NU se-Indonesia ini dibuka Wapres di GOR Kertajaya, Surabaya, Jumat (28/7/2006). Hadir juga dalam acara ini Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Rois Am PBNU KH Sahal Mahfudz, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, dan Ketua DPP PDIP Sutjipto. Para tokoh lintas agama juga hadir.Yang cukup mendapat sorotan dalam pembukaan acara ini adalah hadirnya kedua kubu di PKB yang hingga sekarang masih berseteru. Tampak Muhaimin Iskandar yang hingga sekarang mengaku sebagai ketua umum DPP PKB, dan Imam Nachrowi, Ketua DPW PKB (kubu Muhaimin) Jawa Timur. Sementara di kubu lain, hadir Alwi Shihab dan Choirul Anam. Hingga saat ini, Choirul Anam yang sering dipanggil Cak Anam ini juga mengklaim sebagai ketua umum DPP PKB yang sah. Meski bertemu dalam forum, para politisi dari NU yang masih berseberangan ini duduk berpencar-pencar. Dalam acara pembukaan, Muhaimin yang kini juga menjabat Wakil Ketua DPR tampak duduk di barisan terdepan, bersebelahan dengan Ketua MUI Ma'ruf Amien. Sementara Alwi Shihab juga duduk di barisan terdepan dengan didampingi mantan Menteri Agama KH Thalhah Hasan dan KH Idris Marzuki (Lirboyo), serta Gubernur Lemhannas Muladi. Sementara Cak Anam yang mengenakan baju batik memilih duduk terpencil, di barisan ketujuh. Sebelum pembukaan dimulai, Cak Anam sempat mendadak bertemu Imam Nachrowi. Seakan tidak ada perseteruan, kedua tokoh PKB ini pun bersalaman. Jepret, jepret! Para wartawan mengabadikan jabat tangan itu. Saat membuka acara ini, Wapres Jusuf Kalla menyampaikan pidato tentang kebersamaan dan persatuan. Kalla meminta agar ulama NU bersatu untuk membangun bangsa dan membangun NU. "Ulama selalu dibutuhkan oleh bangsa dan negara maupun masyarakat di kala bahagia maupun susah. Kalau ulamanya tidak bersatu, maka bangsa dan negara tidak akan bisa bersatu," ujar dia. Dalam pidatonya, Kalla juga menyinggung secara tidak langsung tentang konflik internal di PKB, partai yang dibidani NU itu. "Saya berangkat ke Surabaya bersama Pak Muhamin dan Pak Alwi Shihab. Yang satu ketua umum, yang satu mantan ketua umum," ujar Kalla yang mendapat tepukan dari para undangan yang hadir. Seusai pidato, Kalla menabuh bedug sebagai pertanda dibukanya acara ini secara resmi. Sebelum meninggalkan lokasi, Kalla sempat berfoto bersama Muhaimin, Alwi Shihab, dan Hasyim Muzadi. Saat berfoto, Alwi dan Muhaimin tampak mesem-mesem saja, seakan tidak memperlihatkan adanya konflik. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads