Kebakaran di Gedung Kemenkumham Diduga Akibat Korsleting Listrik

ADVERTISEMENT

Kebakaran di Gedung Kemenkumham Diduga Akibat Korsleting Listrik

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 14:36 WIB
Kantor Kemenkumham terjadi kebarakaan hari ini, Kamis (8/12). Saat ini, petugas sudah menangani peristiwa tersebut.
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Kebakaran terjadi di salah satu gudang Sentra Mulia di perkantoran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jakarta Selatan. Penyebab kebakaran diduga korsleting listrik.

"Dugaan penyebab kebakaran itu korsleting listrik," kata Plt Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan Sugeng kepada wartawan di lokasi, Kamis (8/12/2022).

Dia menjelaskan api mulanya muncul di lantai 5. Tempat itu merupakan gudang administrasi arsip sekretariat.

"Yang terbakar itu informasi di lantai lima, gudang. Gudang administrasi sekretariat," ujarnya.

Akibat kejadian itu, pihaknya menerjunkan 26 unit mobil pemadam kebakaran berikut dengan 130 personel. Dia menjelaskan proses pemadaman tak menemui kendala selain asap yang banyak.

"Sebetulnya tidak ada kendala dan kesulitan karena kita menggunakan sumber air dari gedung. Kemudian, kendalanya, di sana banyak asap saja," papar dia.

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (8/12) pukul 13.00 WIB, mobil damkar mulai berangsur meninggalkan lokasi kebakaran. Para pegawai pun berangsur masuk ke kantornya kembali.

Proses Pendinginan

Sebelumnya diberitakan, proses pemadaman api di salah satu gedung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sudah selesai. Damkar kini melakukan pendinginan dan penyisiran.

"Masih proses pemadaman sedang melakukan pendinginan," kata Damkar Jaksel Command Center dalam keterangannya, Kamis (8/12/2022).

Petugas Damkar mulai melepaskan selang-selang yang sebelumnya digunakan untuk memadamkan kobaran api. Mereka juga menggulung selang dan memasukkan kembali ke mobil damkar.

Lihat juga Video: Penampakan Kebakaran Pasar Mengwi Badung, 56 Kios Hangus

[Gambas:Video 20detik]




(mha/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT